Nah untuk hal ini mari belajar dari 5 sosok istri terbaik versi Alkitab ini. 1. Maria Bisakah Anda memikirkan sosok wanita yang lebih rendah hati, setia dan saleh lainnya seperti Maria, ibu Yesus (Lukas 1: 30)? Saat Allah memilih Maria sebagai ibu yang akan melahirkan Yesus, apa reaksi yang disampaikan Maria? 5 Kidung Agung 7:6. “Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi.”. Allah juga tidak ragu memuji kecantikan wanita secara fisik melalui firmanNya. Oleh sebab itu sebagai wanita Kristen harus selalu yakin dan percaya diri bahwa apapun kita memiliki kecantikan yang luar biasa di mata Allah. Elisabet-- Wanita dalam Alkitab. Lukas 1:5-80. Elisabet adalah seorang wanita yang saleh. Perhatikan kesaksian Alkitab mengenai karakternya. Sedangkan kepribadian adalah "sosok" yang kita tampilkan dalam relasi dengan orang lain. Bisa jadi, kepribadian sebagai "sosok" yang kita tampilkan berbeda dengan karakter kita yang sesungguhnya. Kesadarandiri rendah menghasilkan banyak dampak negatif dalam kehidupan seseorang. Terkadang orang cenderung meremehkan dampak ini, karena mengira yang terkena hanya orang lain, bukan diri sendiri. Alkitab mengemukakan sejumlah fakta penting akibat minimnya kesadaran diri, yaitu: 1. Kerusakan hubungan. TRIBUNMEDAN. com, SERGAI - Bupati Serdangbedagai Darma Wijaya mengucapkan duka yang mendalam atas wafatnya Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Komulo pada Jumat (1/7/2022). Pria yang akrab disapa Wiwik tersebut mengatakan Tjahjo merupakan anak bangsa yang hebat dengan membawa Dibalik sukses nya hidup aku ada banyak sosok-sosok perempuan hebat di hidupku. Aku akan share cerita2 ku dalam IG Live “Ladies First” bersama V-Soy pada tanggal 9 April 2022. Ajak para ladies buat ikutan yuk, dan kalian punya kesempatan dapetin persembahan spesial dari V-Soy. Kalian bisa cek and details nya di IG @vsoyworldindonesia Pekaakan Kehendak Allah. Nehemia 1 sd 6. Nehemia adalah sosok yang luar biasa dalam alkitab, khususnya dalam memahami kehendak Allah dalam kehidupannya secara pribadi. Orang yang hebat ini sangat peka terhadap pimpinan Allah untuk melaksanakan tugas yang dibebankan oleh Allah kepadanya. 2Kisah beberapa wanita dari Alkitab 2.1 Abigail 2.2 ana 2.3 Delilah 2.4 Debora 2.5 Ester 2.6 eva 2.7 Yael 2.8 Izebel 2.9 Istri Lot 2.10 Orang Sulam 2.11 Ladang 2.12 María (saudara perempuan Marta dan Lázaro) 2.13 Maria (ibu Yesus) 2.14 Marta 2.15 Maria Magdalena 2.16 Maria salah satu wanita dalam Alkitab 2.17 Rahab 2.18 Raquel 2.19 Ribka . Puji Astuti Official Writer Kiprah wanita dalam kehidupan ini sudah ada sejak awal kehidupan. Meski sebagai wanita sering di anggap lebih rendah kedudukannya, namun seperti Kartini, mereka tidak berhenti berkarya dengan tulus. Diantara banyak wanita pembuat sejarah, ada 10 orang wanita dalam Alkitab yang dalam keadaan mereka yang tidak sempurna, lemah dan tidak berdaya namun mengijinkan Tuhan berkarya dalam hidup mereka dan pada akhirnya mereka menjadi pribadi yang menginspirasi dan berpengaruh. Mari kita lihat bersama hidup mereka. Hawa, Ibu Semua Manusia Kejadian 3 Tuhan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam dan memberikan dia kuasa yang sama memilih apa yang baik dan buruk. Di awal cerita penciptaan kita bisa lihat pribadi Hawa yang sangat independent, dan sangat terhubung dengan dunia di sekitarnya. Dia menjelajahi taman Eden, berbincang dengan ular, membuat keputusan atas buah terlarang, dan dengan ringan membagi pengalamannya dengan Adam. Kisah Hawa mengingatkan kita para wanita bahwa kita bisa secara bersamaan menjadi kreatif dan juga merusak. Hawa mengajarkan kita untuk hati-hati dalam membuat pilihan, dan menyelaraskan keinginan kita dengan hikmat Tuhan. Hagar, Orang Asing Yang Diterima Tuhan Kejadian 161-16; 211-21 Setelah Tuhan berjanji kepada Abram akan menjadikannya bangsa yang besar, Sarai yang tidak juga mengandung memberikan kepadanya Hagar. Hati-hatilah dengan apa yang Anda minta. Begitu Hagar hamil, Sarai menyesali apa yang ia lakukan dan menganiaya Hagar. Agar akhirnya Hagar di usir ke padang gurun, budak, yang namanya berarti “orang asing” menerima sebuah pesan yang menenangkannya, “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.” Hagar kembali kepada nyonyanya yang penganiaya dengan sebuah janji bahwa keturunan anaknya akan tidak terhitung. Jika Anda tidak mendapatkan hak Anda, dihina dan putus asa, dengarkanlah suara malaikat. Anda bisa mendengarkannya hanya dengan sebuah seruan doa. Baca juga Ini 4 Tokoh Perempuan Penting Dalam Alkitab, Punya Pengaruh dan Beriman Besar Rahap, Pelacur Berhati Emas Yosua 21-24 Rahap, wanita yang dipandang rendah oleh masyarakatnya ini menyembunyikan dua mata-mata yang dikirim oleh Yosua, dan membantu mereka melarikan diri. Begitu melihat mereka, Rahap tahu bahwa ada sebuah kesempatan bagi baginya untuk selamat waktu itu. “Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya, bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut.” Ayat 12-13. Mungkin tindakannya terlihat manipulatif dengan bagaimana ia menolong para mata-mata itu untuk menyelamatkan dirinya dan keluarganya. Tetapi Rahap mengenali ada rencana Ilahi melalui hal itu. Dari kehidupan Rahap kita bisa belajar melihat setiap kesempatan untuk berbuat baik adalah kesempatan untuk menyelamatkan diri kita sendiri dan bahkan keluarga kita. Jadi jangan lewatkan setiap kesempatan berbuat baik yang menghampiri Anda. Debora, Putri Ksatria Hakim-hakim 4 & 5 Saat itu, Debora menjadi hakim atas Israel dengan duduk di bawah pohon Palem. Seorang wanita yang memerintah Israel. Setelah 20 tahun di tindas, dia memanggil jendral militer Balak untuk membawa prajurit dan menyerang Sisera di Gunung Tabor. Tapi Barak menjawab, “Jika engkau turut maju akupun maju.” Debora setuju, tapi ia memberi tahu Balak bahwa dia tidak akan mendapatkan kemuliaan atas perang itu jika dirinya ikut pergi. “Sebab TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan,” nubuatan ini selain bicara tentang kemenangan yang akan dia menangkan juga menyatakan secara langsung bahwa Sisera akan mati ditangan seorang perempuan. Debora mengajarkan bagaimana seorang wanita harus bertindak bijaksana sekalipun ia menjadi seorang pemimpin. Debora dengan rendah hati mendelegasikan tugas, namun ia juga berani mengambil tanggung jawab ketika orang yang dipimpinnya tidak mampu. Dia juga wanita berani, dan tegas dalam kepemimpinannya. Yael, Wanita Biasa Berhati Singa Hakim-hakim 417-24; 56,24 Ketika pasukan Sisera terdesak, dengan terhuyung-huyung dia bersembunyi di perkemahan Yael, isteri Heber, orang Keni. Sisera tidak menduga sama sekali bahwa wanita itu loyal terhadap Israel. Yael menerima Sisera di kemahnya, memberi susu saat ia meminta air, dan menghibur dia hingga tidur. Kemudian Yael yang bertubuh kecil itu membunuh Sisera dalam tidurnya dan memenuhi nubuatan Debora. Cerita Yael membuat kita tahu bahwa kadang-kadang seorang perempuan harus membunuh raksasa dalam hidupnya, dengan apa yang ada padanya. Tangan Yael mungkin penuh darah karena hal itu, tapi atas tindakannya yang berani itu Israel mengalami keamanan selama 40 tahun kemudian. Bersambung bagian 2 klik disini.. Baca juga Kekuatan Seorang Wanita Terletak Pada Firman Tuhan Sumber Claudia Mair Burney, penulis novel. Halaman 1 Sumber stress appMarriage / 12 October 2022 Lori Official Writer Istri yang cakap siapakah yang akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Inilah ungkapan seorang Raja Salomo tentang gambaran sosok istri yang cakap dalam Amsal 31 10-11. Tentu saja tak seorang wanita pun yang diciptakan dengan kecakapan sempurna seperti digambarkan dalam ayat tersebut. Sama seperti seorang suami yang juga membutuhkan kekuatan luar biasa dari Tuhan untuk bisa mengasihi istrinya seperti Kristus mengasihi jemaat-Nya, seorang istri yang saleh juga perlu belajar untuk hidup taat sesuai dengan apa yang tertulis dalam kitab suci Efesus 5 24 & Efesus 5 33. Dalam kehidupan rumah tangga Kristen, Tuhan ingin suami istri saling mengasihi dan menghargai. Suami mengasihi istri dan istri menghormati suami Efesus 5 25-29. Karena saat suami mengasihi istri mereka, para istri akan melihatnya sebagai sebuah kehormatan ; sebaliknya saat istri menghormati suaminya, para suami akan melihat hal itu sebagai sebuah bukti cinta. Baca Juga Inilah 6 Karakter yang Dimiliki Istri yang Baik Seperti Disebutkan di Amsal 31 Bagian 1 Bagi para pria 'penghormatan' = Cinta Bagi para wanita 'cinta' = Kehormatan Bagaimana bisa menjadi suami seperti yang dikehendaki Tuhan? Anda patut membaca artikel berjudul 5 Suami Terbaik Versi Alkitab. Bagaimana pula menjadi seorang istri saleh seperti yang diungkapkan oleh Raja Salomo? Nah, untuk hal ini mari belajar dari 5 sosok istri terbaik versi Alkitab ini. 1. Maria Bisakah Anda memikirkan sosok wanita yang lebih rendah hati, setia dan saleh lainnya seperti Maria, ibu Yesus Lukas 1 30? Saat Allah memilih Maria sebagai ibu yang akan melahirkan Yesus, apa reaksi yang disampaikan Maria? Dia menunjukkan karakter seorang wanita saleh ketika dia berkata “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” Lukas 1 38. Karena Maria adalah sosok wanita yang rendah hati, setia, dan saleh, dipastikan dia adalah sosok istri yang luar biasa bagi suaminya Yusuf. 2. Sara Dulu Sara istri Abraham bernama Sarai, tetapi Allah mengubah namanya menjadi Sara. Dalam bahasa Ibrani Sara’ berarti Putri’, sebuah nama yang sempurna karena dia akan menjadi ibu bagi banyak bangsa, seperti suaminya Abraham yang akan menjadi bapa bagi banyak bangsa. Sara tentunya bukan wanita yang sempurna, tetapi dia tetap tunduk kepada Abraham. Salah satunya adalah ketika mereka melakukan perjalanan ke Mesir dan Abraham meminta Sara untuk berbohong bahwa dia adalah adik dari suaminya sendiri. Begitu pula dengan kerelaannya meninggalkan segala kepunyaannya untuk pergi bersama Abraham ke tempat yang mereka tak pernah tahu. Ketika Tuhan memanggil Abraham untuk meninggalkan segala kepunyaannya, hal itu juga diresponi dengan taat oleh Sara Kejadian 12 1-6. Sama seperti kita, Sara pasti juga punya kekurangan, namun karakter yang dimilikinya tentu sama membuatnya menjadi seorang istri yang menyenangkan hati suaminya. Baca Juga Inilah 6 Karakter yang Dimiliki Istri yang Baik Seperti Disebutkan di Amsal 31 Bagian 2 3. Rut Ada sedikit keraguan bila Rut adalah seorang wanita yang rendah hati. Anda bisa melihat bagaimana kualitas hidupnya seperti dituliskan dalam kitab Rut. Ketika Rut dan mertuanya Naomi sama-sama kehilangan suami mereka, dia bahkan telah disuruh untuk kembali kepada orangtuanya di Moab. Tetapi Rut menjawab suruhan mertuanya itu dengan kalimat yang selalu diingat hingga saat ini “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku..” Rut 1 16 Kata-kata ini bukan hanya mengandung kerendahan hati, tetapi juga kesediaan untuk mempercayai Tuhan. Ketika Rut bertemu calon suaminya Boas, Anda bisa melihat kerendahan hati yang dituturkannya. “Aku Rut, hambamu kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami." Rut 39 Dari kisah inilah hidup Rut berubah. Dia ditetapkan Allah sebagai nenek moyang orang percaya, bahkan menjadi garis keturunan dari Yesus sendiri. Kerendahan hati dan hati hamba yang dimilikinya pasti menunjukkan bahwa Rut adalah seorang istri yang luar biasa. 4. Elisabet Elisabet adalah sosok istri yang luar biasa lainnya. Dalam waktu yang cukup lama, dia dan suaminya Zakharia tetap belum dianugerahi anak. Lebih buruknya, keduanya sudah berusia lanjut Lukas 1 7b. Ketika malaikat Tuhan datang untuk memberitahu Zakharia dan mengatakan kepadanya bahwa Elisabet akan melahirkan anak laki-laki Lukas 1 13, ia tak percaya. Saat itulah malaikat Gabriel menegur Zakharia dan seketika dia bisu. Di usia senjanya, Elisabet mengandung seorang bayi. Dan ketika Maria sepupunya datang berkunjung bayi dalam rahimnya melompat kegirangan. Saat itu Elisabet dipenuhi oleh Roh Tuhan. Hal yang membuat seorang wanita menjadi istri yang hebat adalah karena, sama seperti Elisabet, dia dipenuhi dengan Roh Kudus. Baca Juga 3 Karakter Ini Yang Membuat Rut Jadi Salah Satu Istri Teladan Dalam Alkitab 5. Priskila Priskila adalah istri dari seorang pria Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Priskila adalah sosok wanita yang membuka pintu rumahnya bagi rasul Paulus saat masa pelayanannya di Korintus. Dia mempersilahkan Paulus masuk meskipun Paulus adalah orang asing. Tumpangan itulah yang berjasa membuat pelayanan Paulus saat itu berhasil di Korintus. Priskila dan Akwila akhirnya ikut menjadi penyebar Injil ke Suriah bersama Paulus. Pasangan inilah yang membantu Paulus dalam pelayanannya untuk menyampaikan Injil kepada Apolos. Bukan hanya istri yang murah hati, Priskila juga adalah sosok yang mudah belajar dan bersemangat untuk memberitakan Injil kepada banyak orang. Dia cukup cakap mengajar orang lain termasuk Apolos sendiri. Apakah Priskila adalah sosok wanita yang luar biasa? Jawabnya adalah tentu saja! Baca Juga 4 Sikap Yang Harus Dimiliki Istri Kristen, Demi Pernikahan Yang Saleh! Dari lima sosok istri terbaik versi Alkitab ini, kita bisa belajar bahwa istri yang cakap dan saleh itu adalah mereka yang rendah hati dan setia seperti Maria, taat mengikuti perintah Tuhan seperti Sara, yang rendah hati dan memiliki hati seorang hamba seperti Rut, wanita yang dipenuhi Roh Kudus seperti Elisabet dan mereka yang murah hati dan memiliki hati untuk mengajar dan memberitakan Injil Tuhan kepada banyak orang seperti Priskila. Jadi, berbahagialah mereka yang memperoleh istri saleh yang rendah hati, murah hati, setia, dan taat kepada panggilan Allah. Apakah kamu butuh dukungan doa? Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini Sumber Halaman 1 Dalam filosofi Yunani, Plato dan Aristoteles mewakili pandangan kuno yang memandang wanita sebagai makhluk yang tidak setara dengan laki-laki, yang tidak dianggap lebih baik dari benda atau harta yang dapat dipakai oleh laki-laki. Dan bukan hanya kebudayaan Yunani, tetapi banyak kebudayaan yang menganggap derajatnya lebih rendah dari laki-laki. Namun itu semua merupakan kebudayaan yang tidak takut akan Allah dan tidak mengenal Hukum-Nya. Hal demikian adalah hal yang paling bertentangan dengan pengajaran Alkitab. Alkitab tidak pernah menganggap wanita sebagai kaum yang lebih rendah, sebaliknya, Alkitablah yang paling dahulu menempatkan posisi wanita pada derajatnya yang sebenarnya, yang tertinggi, yaitu sama dengan laki-laki, yang adalah gambar dan rupa Allah. Jikalau banyak kebudayaan yang merendahkan perempuan, Allah justru mengasihi perempuan. Allahlah yang pertama kali menumbuhkan cinta dalam Adam ketika Ia membawa Hawa kepada suaminya. Allah memperhatikan kesejahteraan wanita dengan memerintahkan suami untuk mengasihi isterinya, bahkan seperti dirinya sendiri Ef. 533. Sang suami harus mengasihi, bahkan menempatkan kebahagiaan dan kesejahteraan isterinya di atas dirinya sendiri, sama seperti Tuhan Yesus bagi jemaat-Nya Ef. 525. Bagi yang belum menikah, Allah perintahkan orang tua untuk memperhatikan anaknya Ef. 64, Kol. 321. Dan bagi janda-janda, Alkitab memerintahkan kita untuk memperhatikan janda-janda, bahkan Ia sendiri yang menjadi Pelindung mereka Mz. 686. Sungguh, Allah telah menciptakan suatu makhluk yang indah untuk dikasihi, dan telah memberikannya tempat yang spesial dalam hati Allah dan manusia. Wanita yang bijak sadar atas hal ini dan mengucap syukur. Selain diciptakan untuk dikasihi, Allah juga menciptakan perempuan dengan suatu maksud baca fungsi/tujuan. Alkitab mencatat bahwa perempuan diciptakan untuk menjadi penolong bagi suaminya Kej. 218. Ini adalah tujuan Allah menciptakan perempuan. Sama seperti Allah menciptakan Adam sesuai gambar dan rupa Allah untuk kemuliaan-Nya, demikian pula Hawa diciptakan-Nya sebagai penolong Adam demi kemuliaan Allah. Itulah sebabnya Allah menetapkan Adam sebagai pemimpin dan kepala rumah tangga, dan Hawa berfungsi sebagai penolong yang tunduk kepada Adam Ef. 522-31. Ini bukan pernyataan bahwa perempuan lebih rendah dari laki-laki. Tetapi mengenai kepemimpinan, suatu kapal tidak mungkin memiliki dua kapten. Allah ingin wanita tunduk pada otoritas, karena sama seperti laki-laki yang tunduk kepada Allah memuliakan Dia, demikian juga isteri yang tunduk pada suami memuliakan Allah. Itulah sebabnya wanita tidak diberikan pelayanan yang bersifat memimpin laki-laki dalam jemaat. Tetapi itu bukan berarti wanita tidak memiliki peran yang penting dalam jemaat. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat wanita lakukan sebagai pelayanannya. Peran Wanita dalam Rumah Tangga Kristen Sebagaimana telah dibahas di atas, Allah menciptakan wanita untuk menjadi penolong bagi suaminya, jadi pelayanan utama seorang wanita adalah di dalam keluarganya Tit. 23-5. Ini sangat penting, karena suatu gereja yang sehat harus terdiri dari keluarga-keluarga yang sehat juga. Seorang laki-laki tidak dapat melayani jemaat dengan maksimal jika keluarganya berantakan dan ia tidak bahagia dalam kehidupan rumah tangganya, bahkan ia mungkin tidak dapat memikirkan hal rohani lagi. Seorang isteri yang melayani suami dan anak-anaknya dengan baik, melayani jemaat. Seorang isteri mempunyai pengaruh yang besar terhadap rumah tangga, karena sebagian besar waktunya dihabiskan di dalam rumah. Sikap seorang isteri sangat mempengaruhi suasana rumah dan dapat menjadi faktor penentu suami dan anak-anak betah di rumah. Kepandaiannya mengatur segala sesuatu dalam rumah tangga dapat mengubahnya menjadi istana, atau penjara. Terlebih lagi dalam membesarkan anak-anak, seorang ibu berperan sangat besar dalam pendidikannya. Benarlah bahwa karier seorang ibu adalah anak-anaknya. Apakah anak-anaknya akan diselamatkan dan kelak dipakai oleh Tuhan, sang ibu dapat menentukannya sejak masa kanak-kanaknya. Walaupun bukan tujuan tulisan ini untuk membahas secara mendetil peran wanita dalam rumah tangga, namun penting untuk menyinggungnya karena rumah tangga yang sehat merupakan balok dasar jemaat yang sehat. Inilah pelayanan utama seorang wanita dalam jemaat. Jika seorang perempuan memiliki 10 macam pelayanan di gereja, namun gagal membentuk rumah tangga yang baik, ia telah gagal. Peran Wanita dalam Sekolah Minggu Bukanlah rahasia lagi bahwa wanita pada umumnya lebih cocok bekerja dengan anak-anak daripada laki-laki. Oleh sebab itu, sekolah minggu anak-anak merupakan ladang pelayanan yang terbuka lebar bagi wanita dalam jemaat. Bagi yang beranggapan bahwa pelayanan sekolah minggu adalah pelayanan kecil’, ingatlah bahwa dalam 10-15 tahun, anak-anak sekolah minggu itu akan menjadi pemuda dan remaja. Anak-anak dapat dibimbing untuk mengasihi Tuhan sejak muda dan diarahkan untuk melayani dalam jemaat. Jangan meremehkan penting-nya pelayanan sekolah minggu! Tujuan utama dari sekolah minggu adalah untuk menyelamatkan anak-anak sejak mereka dapat mengerti Injil dan memperkenalkan mereka pada kebenaran Firman Tuhan melalui cerita-cerita Alkitab. Sebagai guru sekolah minggu, Anda harus belajar Alkitab lalu mengajarkannya kepada anak-anak. Ini hampir sama dengan berkhotbah, hanya saja kepada anak-anak. Mintalah Gembala untuk membimbing Anda agar menjadi guru sekolah minggu yang lebih baik. Anda dapat juga membaca buku, seperti Guru Sekolah Minggu Super, yang ditulis oleh Dr. Suhento Liauw. Peran Wanita dalam Persekutuan Wanita Siapa bilang wanita tidak mampu menjadi pemimpin? Banyak perempuan yang hebat yang menjadi manajer atau direktur, bahkan menjadi Presiden. Tetapi mereka adalah pemimpin yang hebat bukan karena mereka lepas dari kekangan kebudayaan patriakh, melainkan karena Allah telah menciptakan wanita dengan kemampuan tersebut. Alkitab memberitahukan peran wanita sebagai pemimpin di dalam Titus 23-5. Perempuan yang lebih senior harus memimpin yang lebih muda dan mendidik mereka dalam segala hal yang baik. Perempuan, terutama yang lebih senior, bijak, dan rohani, diberi tugas untuk memimpin perempuan-perempuan lain. Ada banyak sekali pelayanan yang dapat dilakukan oleh kaum wanita. Ada pelayanan yang bersifat di belakang layar, seperti pelayanan doa, nursery untuk anak yang belum dapat mendengarkan khotbah, pembesukan, pengumpulan dana, dll. Ada pula pelayanan yang tampil di muka umum, seperti sekolah minggu, paduan suara, bermain musik, dan seribu satu macam pelayanan lainnya yang tidak bersifat memimpin laki-laki dewasa. Wanita tampaknya cocok juga untuk melayani dalam bidang musik, karena musik adalah bidang yang menggunakan emosi yang halus. Sayang sekali budaya bermain musik di Indonesia belum berkembang seperti di Eropa dan Amerika, padahal pelayanan di bidang musik sangat penting bagi gereja. Namun banyak gereja yang justru salah menerapkan karunia perempuan dengan menyuruh mereka memimpin nyanyi dalam pertemuan jemaat umum. Itu tidak memuliakan Tuhan, karena menyalahi perintah Tuhan dan tidak tunduk terhadap pemimpin jemaat yang Tuhan tetapkan, yaitu laki-laki. Tetapi bila seorang perempuan memimpin nyanyi dalam persekutuan wanita, atau terhadap anak-anak yang belum dewasa, itu justru memuliakan Allah dengan karunia yang Tuhan berikan. Manfaat pertemuan khusus wanita juga besar manfaatnya, sebab dapat digunakan sebagai kesempatan untuk bertukar keterampilan, untuk memberikan teladan bagi perempuan-perempuan muda, dan untuk mempererat persaudaraan bukan untuk bertukar gosip, lihat Titus 23!. Kesimpulannya, wanita memiliki peran khusus dalam jemaat dan tidak perlu berebut kepemimpinan dengan laki-laki. Tuhan telah mengatur bahwa dalam satu tubuh masing-masing anggotanya memiliki fungsi yang berbeda-beda I Kor. 1218. Dan seperti kata pepatah, “di belakang setiap laki-laki yang berhasil, ada seorang wanita hebat.” Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam jemaat, layanilah Tuhan sebagai-mana yang Ia kehendaki! Maranatha! Sumber Buleting Pedang Roh Edisi 68 Claudia Jessica Official Writer Di zaman sekarang, banyak orang semakin melek’ soal pentingnya ilmu parenting untuk mengasuh, mendidik, dan membesarkan anak. Mereka berharap metode pengasuhan ini dapat membentuk kepribadian anak dengan baik. Kendati demikian, ada hal lain yang tidak kalah pentingnya dengan ilmu parenting, yaitu iman seorang ibu untuk diwariskan kepada anak-anaknya. Sebagai orang percaya, hidup kita berpusat pada Kristus dan firman Tuhan adalah fondasi kita. Kualitas sebuah fondasi akan menentukan batasan seberapa kokoh atau seberapa tinggi seseorang dapat berdiri. Seperti 10 sosok ibu luar biasa ini, mereka menaati panggilan Tuhan, dan melayani dengan banyak pengorbanan. Mereka membangun iman dalam kehidupan keluarga mereka. Siapa saja 10 sosok ibu luar biasa ini dan apa saja yang dapat kita pelajari dari mereka? 1. Sarai Menunggu dengan setia Sarai dan Abraham sudah sangat tua dan mereka masih belum memiliki anak. Padahal dalam Kejadian 155 menceritakan bahwa Allah menjanjikan banyaknya keturunan kepada Abraham dan Sarai seperti bintang di langit yang tak terhitung jumlahnya. Namun Abraham dan Sarai tetap tidak memiliki anak selama bertahun-tahun. Abraham dan Sarai menunggu selama 15 tahun sebelum Allah memperbarui janji-Nya, dan mereka masih menunggu lagi selama 10 tahun sebelum janji itu digenapi dan Sarai melahirkan seorang putra, Ishak. Sarai mungkin tidak akan memenangkan penghargaan dalam hal menunggu, dia bahkan menertawakan saat Allah berjanji akan memberikan anak pada keduanya. Tapi janji Allah tidak bergantung pada iman Sarai, Allah memenuhi janji-Nya sesuai dengan rencana-Nya. Bisakah Anda menunggu selama itu untuk sebuah berkat? Sarai mungkin menertawakan janji Allah itu, tetapi dia mencoba mempercayai-Nya hingga membuahkan hasil. Kemudian dia tertawa kegirangan atas apa yang dilakukan Allah. 2. Hagar Bertahan dalam kesesakan Hagar adalah budak Mesir sekaligus pelayan Sarai, istri Abraham. Dia tidak banyak bicara ketika Sarai memberikannya kepada Abraham. Kendati statusnya berubah menjadi istri Abraham, Hagar tetaplah menjadi nomor dua setelah Sarai. Setelah Hagar hamil, ia memandang rendah Sarai dan terjadi keretakan dalam hubungan Sarai dan Hagar. Sarai mulai menindasnya hingga Hagar melarikan diri ke kampung halamannya. Namun di tengah perjalanan, Malaikat Tuhan menghampiri Hagar dan menyuruhnya kembali serta menjanjikan banyak keturunan melalui putranya, Ismael. Kejadian 21 memberitahu kita Hagar dan Ismael dikirim ke padang gurun dan Hagar yakin bahwa keduanya akan mati. Tetapi Tuhan menunjukkan sebuah sumur, dan berkata “Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” Kej. 21 18 Hagar mengira kesengsaraannya akan berakhir, tetapi Tuhan kembali memanggilnya ke sana. Dia patuh dan Tuhan memberkati Hagar dan putranya seperti yang Dia janjikan. 3. Ribka Kepercayaan Ribka adalah seorang yang sangat beriman. Dia menaati Tuhan ketika hamba Ishak memberitahunya ada pria yang ingin menikahinya. Kejadian 25 memberitahu kita ketika Ribka hamil, Tuhan mengatakan, “Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.” Pada masa itu, biasanya yang tua tidak akan pernah melayani yang lebih muda, dan putra sulung akan mewarisi segala yang terbaik. Ketika Ishak semakin tua, ia meminta Esau, anak sulungnya untuk berburu dan menyiapkan makanan untuk nya agar dia bisa memberkatinya. Tetapi Ribka mendengarnya dan mengatakan kepada Yakub untuk menyiapkan makanan untuk Ishak terlebih dahulu. Yakub ragu untuk menipu ayahnya, tetapi Ribka mengatakan dalam Kejadian 27, “Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu.” Pada saat itu Ribka mengingat dan menanggapi dengan serius tentang apa yang dikatakan Tuhan pada masa kehamilannya. Ribka mempertaruhkan penipuan untuk mengikuti janji Tuhan karena dia percaya apa yang Tuhan katakan pada masa kehamilannya. Perlu dicatat bahwa TUHAN TIDAK MEMANGGIL RIBKA UNTUK MENIPU, tetapi Tuhan berdaulat atas pilihan baik atau buruk yang mungkin kita perbuat. BACA HALAMAN SELANJUTNYA ->4. Yokhebed Penuh dengan rencana Pada masa Yokhebed melahirkan Musa, semua bayi laki-laki diperintahkan untuk dibunuh karena pemerintah pada masa itu khawatir keturunan Ibrani jadi lebih banyak dibanding keturunan Mesir. Jadi Yokhebed menyembunyikan Musa selama 3 bulan. Keluaran 2 memberi tahu bahwa Yokhebed tidak bisa menyembunyikannya lagi sehingga Yokhebed melapisi keranjang papirus, meletakkan bayi Musa di dalamnya, lalu dia meletakkannya di alang-alang di sepanjang tepi Sungai Nil. Miryam, putri Yokhebed melihat apa yang terjadi dengan bayi itu. Putri Firaun yang sedang mandi melihat keranjang itu dan meminta pelayannya untuk mengambil keranjang tersebut. Dia menemukan seorang bayi laki-laki Ibrani yang menangis dan merasa kasihan kepadanya. Kemudian Miryam bertanya kepada putri Firaun, apakah dia ingin seorang wanita Ibrani menyusui bayi tersebut, dan dia setuju. Miryam dan Yokhebed mendatangi putri Firaun untuk menyusui bayinya sendiri. Putri Firaun membayar Yokhebed untuk merawat dan membesarkan bayi itu sampai cukup besar untuk tinggal bersamanya. Kemudian dia mengadopsi putra Yokhebed dan menamainya Musa. Yokhebed mencari cara untuk menyelamatkan anaknya, dan Tuhan memberkatinya. Tidak hanya menyelamatkan anaknya dari kematian, Yokhebed juga bisa merawat dan membesarkannya hingga cukup umur untuk tinggal bersama putri Firaun. Putranya, Musa, melanjutkan untuk membebaskan orang-orang Ibrani dari Mesir, dia memimpin mereka di padang pasir menuju Tanah Perjanjian sesuai dengan rencana Tuhan. Itulah 5 dari 9 tokoh wanita sekaligus ibu yang luar biasa di Alkitab. Menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah. Kita perlu mempersiapkan diri dari berbagai aspek, mulai dari mental, pengetahuan, hingga iman. Semoga kisah ibu-ibu yang luar biasa dari Alkitab ini dapat menginspirasi Anda menjadi seorang ibu yang hebat bagi anak-anak Anda. Kita akan membahas 4 tokoh lainnya di bagian ke-2 ya! Baca part 2 DI SINI! Apakah artikel ini memberkati Anda? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini dengan menjadi Mitra CBN! Daftarkan diri Anda lewat link di bawah ini DAFTAR MITRA CBN Sumber Halaman Tampilkan per Halaman Ilustrasi Tokoh Alkitab Perempuan Foto UnsplashTokoh Alkitab menjadi sumber inspirasi bagi umat Nasrani. Kisah hidup para tokoh Alkitab kerap dijadikan pembelajaran untuk berbagai aspek, baik kehidupan rohani, rumah tangga, persahabatan, bahkan banyak tokoh Alkitab yang disebutkan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Sebagian dari tokoh tersebut merupakan perempuan yang memiliki karakter baik, takut akan Tuhan, setia, dan menjadi berkat bagi banyak siapa saja tokoh Alkitab perempuan yang kerap dibahas? Simak ulasan berikut untuk mencari tahu Tokoh Alkitab Perempuan Foto UnsplashTokoh Alkitab PerempuanBerikut tokoh Alkitab perempuan yang dikutip dari buku Perempuan-perempuan Dalam Alkitab tulisan Retnowati dan buku Dari Hawa Sampai Miryam Menafsirkan Kisah Perempuan dalam Alkitab karya Albertus Purnomo dan OFMMaria merupakan tokoh Alkitab perempuan yang paling dikenal oleh umat Nasrani. Dia adalah perempuan sederhana yang taat, penuh kasih, dan percaya kepada Allah. Karena itulah dirinya dipilih oleh Allah untuk menjadi alat terlaksananya kehadiran Yesus Sang malaikat mendatangi Maria dan memberitakan bahwa ia akan mengandung Juruselamat, Maria mengalami pergumulan batin yang tidak ringan. Sebab, dirinya masih perawan dan belum menikah dengan pergumulannya, Maria berusaha meyakinkan dirinya bahwa dia harus menerima rencana yang Allah kehendaki. Ketika mengandung, Maria dan Yusuf juga harus berjuang mencari tempat untuk singgah. Pada akhirnya, Maria melahirkan bayi Yesus Sang Juruselamat di sebuah kandang adalah seorang nabiah sekaligus satu-satunya hakim perempuan di Israel. Ia memimpin orang Israel bersama Barak untuk menghadapi pertempuran melawan bangsa Kanaan. Keberanian Debora tidak lepas dari ketaatan dan ketergantungannya kepada Tokoh Alkitab Perempuan Foto UnsplashRuth adalah perempuan yang setia dan pantang menyerah. Setelah suaminya, Moab meninggal dunia, Ruth harus pindah ke sebuah kota asing, yakni Betlehem. Ia tinggal bersama menantunya, sampai di Betlehem, Ruth langsung bekerja memunguti jelai. Ia rela mengerjakan pekerjaan yang tidak terhormat itu demi mencukupi kebutuhan dirinya dan sang mertua. Semuanya dilakukan dengan tulus untuk Naomi. Pada akhirnya, Ruth menikah dengan Boas, pemilik ladang gandum sekaligus kerabat adalah seorang wanita Yahudi yang elok parasnya. Ia diangkat menjadi ratu oleh Raja Ahasyweros untuk menggantikan Wasti. Kedudukan yang dimilikinya tidak membuatnya sombong. Ester justru menggunakan kedudukannya untuk mencegah pembantaian menceritakan bahwa suatu ketika Ratu Ester mendengar rencana pembantaian orang Yahudi. Rencana tersebut berasal dari perdana Menteri Haman. Meski mempertaruhkan nyawa, Ratu Ester memberanikan diri untuk menggagalkan rencana pembantaian Ahasyweros pun mendengarkan Ratu Ester, ia menggagalkan rencana pembantaian tersebut. Sementara itu perdana menteri Haman mendapat hukuman atas perbuatan Saja Tokoh Alkitab Perempuan?Siapa Deborah dalam Alkitab?Siapa Itu Ester? Wisnu Prianggani Contributor Jika kita membaca Alkitab dan memperhatikan sejarah Kekristenan, kita bisa menyadari bahwa kekuasaan lebih sering dikaitkan dengan keberadaan laki-laki dan jarang sekali wanita di sorot kepemimpinannya. Bahkan pada zaman sekarang sekalipun wanita hanya memainkan peran lebih banyak dalam keluarga mereka dan jarang sekali berada di dalam sebuah posisi kepemimpinan. Namun, perlu diketahui juga bahwa ada beberapa wanita yang berhasil mengubah paradigma tersebut. Ada beberapa wanita di dalam sejarah Kekristenan yang berhasil melampaui semua harapan sosial pada masa Alkitab. Meskipun laki-laki lebh banyak mendominasi, wanita di dalam sejarah kekristenan sebenarnya memiliki dampak dan pengaruh di bidang mereka sendiri. Keberhasilan mereka dalam mengatasi budaya yang mengabaikan seksualitas membuat keberhasilan lima wanita ini cukup penting untuk dicatat dalam sejarah Kekristenan. 1. Miriam, Nabi Perempuan Pertama Dalam Sejarah Kekristenan Miriam adalah wanita pertama dalam sejarah Kekristenan yang menjadi nabi. Ia diakui baik dalam Talmud, sumber hukum Yahudi, maupun dalam Torah, yang terdiri dari lima kitab pertama dalam Perjanjian Lama. Baca Juga Jadi Teladan Bagi Ibu-ibu, Inilah 9 Sosok Ibu yang Luar Biasa di Alkitab Part 1 2. Deborah, Nabi Perempuan dan Satu-satunya Hakim Perempuan Dalam Sejarah Kekristenan Dari semua wanita dalam Alkitab, Deborah menjadi pemimpin militer yang luar biasa. Ia takut akan Tuhan dan memimpin orang Israel meraih kemenangan serta keluar dari perbudakan. Ia adalah nabi perempuan dan hakim keempat Israel sebelum masa raja-raja. Satu-satunya orang yang disebut sebagai nabi dan hakim dalam Alkitab adalah Samuel. Hal tersebut menempatkan Deborah di antara tokoh-tokoh besar yang disebutkan dalam Alkitab. 3. Ratu Ester, Pembebas Israel Sebagai contoh kecantikan, kerendahan hati, kecerdasan, dan keberanian, Ester digambarkan sebagai ratu Yahudi pada masa raja Persia Ahasyweros. Ia menggunakan posisinya yang kuat untuk melakukan kebaikan. Ketika umatnya hampir dibinasakan, Ester dengan rela berkorban nyawa untuk menyelamatkan mereka. Baca Juga Jadi Teladan Bagi Ibu-ibu, Inilah 9 Sosok Ibu yang Luar Biasa di Alkitab Part 2 4. Lydia, Pengusaha Sukses Di dalam kekaisaran Romawi yang didominasi oleh laki-laki, Lydia memiliki bisnis sukses menjual kain ungu. Kain ungu dikaitkan dengan kemakmuran, kerajaan, dan kewenangan. Ia adalah orang yang pertama kali mencatatkan dirinya sebagai penganut Kekristenan di Eropa. Alkitab mencatat bahwa Lydia memimpin seluruh rumah tangganya menjadi penganut Kekristenan. Ia menjadi tuan rumah bagi Paulus dan kelompoknya di rumahnya, yang memudahkan penyebaran injil. 5. Priskila, Guru dan Penginjil Priskila bersama dengan suaminya Aquila, disebutkan enam kali dalam Perjanjian Baru, dan dalam setiap referensi, ia ditulis sebelum suaminya. Ini mengimplikasikan bahwa dia lebih menonjol daripada suaminya dalam pelayanan yang mereka bagikan. Priskila adalah seorang guru dan penginjil yang bekerja dekat dengan rasul Paulus. Bersama-sama, mereka mengajarkan dan membimbing Apolos, seorang pengkhotbah yang menjadi tokoh penting dalam gereja awal. Dalam sejarah Kekristenan, kekuasaan selalu dikaitkan dengan kaum laki-laki. Namun, beberapa wanita berhasil mematahkan paradigma ini. Meskipun hidup dalam masyarakat patriarki yang mengabaikan peran dan potensi wanita, kelima tokoh wanita yang disebutkan di atas berhasil mencapai prestasi luar biasa yang dicatat dalam Kitab Suci. Baca Juga 3 Tokoh Alkitab yang Mengalami Kehidupan yang Buruk Diubah Tuhan Menjadi Baik Kisah-kisah mereka menunjukkan bahwa wanita memiliki potensi dan kemampuan yang sama seperti laki-laki dalam melayani Tuhan dan memimpin gereja. Mereka menantang batasan-batasan gender yang telah dibuat oleh masyarakat, dan mengilhami wanita-wanita lainnya untuk melangkah maju dan mengembangkan potensi mereka. Kita semua, baik laki-laki maupun perempuan, dapat belajar dari keteguhan hati dan keberanian mereka. Kita perlu mengakui peran dan kontribusi penting yang telah dilakukan oleh wanita dalam sejarah gereja, dan terus mendorong dan mendukung perempuan-perempuan yang ingin melayani Tuhan dengan cara yang sama seperti yang telah dilakukan oleh kelima tokoh wanita tersebut. Halaman 1 -Kita dapat belajar dan bertumbuh dari tokoh-tokoh yang tercacat di dalam Alkitab. Pada kesempatan ini, kita akan belajar dari tokoh-tokoh wanita dalam Alkitab. Namun, bukan berarti artikel ini hanya cocok dibaca oleh wanita saja. Bagi Anda yang ingin terus bertumbuh lewat firman Tuhan, ada banyak hal yang bisa dipetik lewat keteladanan mereka. Tiga wanita ini dapat menjadi panutan kita dalam iman dan tindakan. Tentunya, para perempuan lain yang tercatat dalam Alkitab juga tidak kalah hebat, tapi saat ini kita akan fokus pada ketiga tokoh berikut Maria – Memprioritaskan Tuhan di Atas Segalanya Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” – Lukas 1039-42 Sebagai wanita, kita punya segudang aktivitas yang seakan tak ada habisnya. Tak jarang, seperti halnya Marta, kita tenggelam dalam kesibukan, entah itu pekerjaan kantor, pekerjaan rumah, bisnis pribadi, tugas kuliah, kegiatan pelayanan, dan lain-lain. Sebisa mungkin, kita ingin segala sesuatunya terlihat sempurna, rapi, dan indah dipandang. Jika Anda seorang ibu rumah tangga yang sudah mempunyai anak, hari-hari Anda pasti jauh lebih sibuk daripada ketika masih single. Kegiatan mengurus rumah tangga, anak, suami, masak, dan bersih-bersih, bisa menjadi prioritas dalam hidup. Anda berjuang memberikan yang terbaik bagi keluarga dan ingin segala sesuatunya berjalan sesuai harapan. Akibatnya, Anda melupakan hal terpenting, yaitu memberikan waktu dan perhatian kita untuk firman Tuhan. Padahal, Tuhan hanya ingin kita duduk diam, mendengarkan Dia bicara lewat firman-Nya. Bahkan, Yesus mengatakan bahwa Maria telah memilih yang hal yang terpenting, yang tidak akan dapat diambil darinya, yaitu kebenaran firman Tuhan. Saat ini, lebih mirip siapakah Anda Maria atau Marta? Para wanita bukannya tidak boleh bekerja atau melakukan banyak aktivitas. Namun, apakah kita masih ingat prioritas terpenting kita, yaitu meluangkan waktu untuk Tuhan? Atau, kita biarkan hal-hal lain menyita hidup kita, sampai-sampai tidak punya waktu lagi untuk merenungkan firman? Mari, kita menaruh prioritas yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan. Abigail – Bijaksana Abigail adalah istri Nabal, seorang pengusaha kaya yang tidak bijaksana. Untuk memahami latar belakang poin ini, ada baiknya Anda terlebih dahulu membaca kisah Daud, Abigail, dan Nabal dalam 1 Samuel 25. Ketika Daud meminta Nabal untuk memberikan makanan dan minuman untuk orang-orangnya 1 Samuel 253-8, Nabal menolak, bahkan memaki-maki utusan Daud dengan kasar 1 Samuel 2510-11. Padahal, para pengikut Daud sudah begitu baik kepada hamba-hamba Nabal 1 Samuel 25 14-16. Sikap sombong Nabal membuat Daud murka, sehingga ia dan empat ratus pengikutnya berangkat untuk membunuh Nabal dan semua laki-laki yang tinggal di rumahnya. Ketika konflik Daud dan Nabal ini diketahui Abigail, ia langsung bertindak dengan cepat dan berani untuk meredakan situasi. Lalu segeralah Abigail mengambil dua ratus roti, dua buyung anggur, lima domba yang telah diolah, lima sukat bertih gandum, seratus buah kue kismis dan dua ratus kue ara, dimuatnyalah semuanya ke atas keledai, lalu berkata kepada bujang-bujangnya “Berjalanlah mendahului aku; aku segera menyusul kamu.” Tetapi Nabal, suaminya, tidaklah diberitahunya. – 1 Samuel 2518-19 Abigail tidak berlama-lama, tetapi segera mengambil tindakan. Dengan hikmatnya, ia melakukan apa yang harus ia lakukan mengatur strategi dan membawakan apa yang Daud butuhkan. Langkah yang diambil Abigail berhasil menyelamatkan hidupnya dan hidup para hamba Nabal dari murka Daud. Saat menemui Daud, Abigail juga menunjukkan sikap hormat dan rendah hati. Ia menyampaikan maksudnya dengan kata-kata yang dipilih secara cermat. Ini menunjukkan bahwa Abigail adalah pribadi yang dewasa dan bijak. Jika Anda yang berada di posisi Abigail, apa yang akan Anda lakukan? Diam dalam ketakutan? Panik? Atau, akankah Anda mengambil langkah dengan berani, sekalipun tahu risikonya, dan mengupayakan solusi yang terbaik bagi semua pihak? Wanita adalah penolong bagi pria. Bahkan, ada ungkapan yang mengatakan bahwa wanita itu ibarat indra keenam pria. Ia memiliki kepekaan dan intuisi untuk melindungi pasangannya, keluarganya, dan orang-orang di sekitarnya dari bahaya. Namun, dalam hidup, ada masa-masa di mana kita perlu mengambil keputusan atau tindakan sulit yang membutuhkan hikmat serta kecepatan berpikir. Saat ini terjadi, kita perlu meneladani sikap Abigail. Jika Anda membutuhkan hikmat lebih, mintalah kepada Tuhan, yang akan memberikannya dengan berlimpah-limpah kepada Anda. Rut – Terus Berjuang & Pantang Menyerah Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya “Pergilah, anakku.” – Rut 22 Setelah suami dan kedua putranya meninggal di Moab, Naomi memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Betlehem. Rut, salah seorang menantunya, memilih untuk ikut bersamanya. Bayangkan Anda menjadi Rut. Anda baru kehilangan suami dan harus pindah ke sebuah kota berbudaya asing, bersama dengan mertua yang sudah tua dan sama berdukanya dengan Anda. Apakah Anda akan meratapi nasib? Atau, Anda memilih bangkit dan memulai hidup baru, entah bagaimana caranya? Alih-alih terlarut dalam kesedihan, Rut mengambil inisiatif untuk mandiri dan berdikari. Setibanya di Bethlehem, ia langsung bekerja memunguti jelai. Ini bukanlah jenis pekerjaan terhormat; Rut butuh belas kasihan para penyabit gandum yang membiarkannya mengambil jelai-jelai yang jatuh di belakang mereka. Namun, ia mau melakukannya karena ia bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup mertuanya. Rut punya prinsip bahwa life must goes on. Ada banyak alasan bagi Rut untuk menjadi pahit dan merana akibat tragedi yang menimpa keluarga besarnya. Namun, ia memilih terus maju, ketimbang menangisi hal-hal yang tidak mungkin kembali lagi. Saat hidup kita dilanda pergumulan dan masalah, kita punya dua pilihan terpuruk atau berjuang. Kita dapat saja terbawa perasaan, terus-terusan murung, mengasihani diri, menyesali hidup, bahkan mengalami kepahitan terhadap Tuhan. Namun, kita juga bisa seperti Rut, yang tidak memandang dirinya sebagai orang paling malang sedunia, tetapi memilih untuk bangkit dan berjuang. Tak heran, pada akhirnya Rut menikah dengan Boas si pemilik ladang gandum dan menjadi nenek moyang Daud dan Yesus. Percayalah, ketika Anda berjuang, Tuhan akan melihat setiap jerih payah Anda. Para wanita hebat ini mengajarkan nilai-nilai penting yang tak lekang waktu kepada kita, para wanita era modern. Dari Maria, kita belajar memprioritaskan waktu dan perhatian untuk mendengarkan firman Tuhan. Dari Abigail, kita belajar menjadi pribadi yang berhikmat, bertindak cepat, dan berani. Dari Rut, kita belajar untuk menjadi sosok yang kuat, tekun, dan pantang menyerah. Semoga kita semua dapat bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik lagi. Amin! Ada banyak wanita yang kisahnya dicatat dalam Alkitab, dan kita bisa mendapat pelajaran yang berharga dari mereka. Roma 154; 2 Timotius 316, 17 Artikel ini membahas secara singkat beberapa wanita yang disebutkan di Alkitab. Banyak dari mereka menjadi teladan bagi kita, tapi ada juga yang menjadi contoh buruk.​—1 Korintus 1011; Ibrani 612. Abigail Debora Delila Ester Gadis Syulam Hana Hawa Istri Lot Izebel Lea Maria ibu Yesus Masa Hidup Para Wanita di Alkitab Maria Magdalena Marta Miriam Rahab Rakhel Ribka Rut Sara Yael Maria saudara Marta dan Lazarus Abigail Siapa Abigail itu? Dia adalah istri Nabal, seorang pria yang kaya tapi kasar. Abigail bijaksana dan rendah hati. Dia juga cantik dan punya sifat-sifat yang menyenangkan Allah Yehuwa.​—1 Samuel 253. Apa yang dia lakukan? Abigail bertindak dengan bijaksana untuk mencegah bencana. Waktu itu, Daud, calon raja Israel, sedang bersembunyi sebagai pelarian di dekat tempat tinggal Nabal. Daud dan anak buahnya melindungi kawanan domba Nabal dari perampok. Tapi, ketika Daud mengutus orang kepada Nabal untuk meminta sedikit makanan, Nabal menolaknya dengan kasar. Daud sangat marah! Dia dan anak buahnya berangkat untuk membunuh Nabal dan semua laki-laki di rumah tangganya.​—1 Samuel 2510-12, 22. Saat Abigail mendengar apa yang dilakukan suaminya, dia segera bertindak. Dia menyuruh hamba-hambanya membawa makanan untuk Daud dan anak buahnya. Dia sendiri juga ikut untuk memohon belas kasihan Daud. 1 Samuel 2514-19, 24-31 Ketika Daud melihat pemberian Abigail dan kerendahan hatinya serta mendengar nasihatnya yang bijak, Daud sadar bahwa Allah menggunakan Abigail untuk mencegah pembantaian yang hampir terjadi. 1 Samuel 2532, 33 Tak lama kemudian, Nabal meninggal dan Abigail menjadi istri Daud.​—1 Samuel 2537-41. Apa pelajarannya? Meski cantik dan kaya, Abigail tidak sombong. Demi menjaga perdamaian, dia mau meminta maaf untuk kesalahan yang tidak dia lakukan. Dia menangani situasi yang menegangkan itu dengan tenang, bijaksana, berani, dan cerdik. ▸ Untuk lebih banyak keterangan tentang Abigail, lihat artikel ”Ia Bertindak dengan Bijaksana”. Debora Siapa Debora itu? Dia adalah nabiah yang digunakan Yehuwa, Allah Israel, untuk memberitahukan kehendak-Nya kepada mereka. Allah juga menggunakan Debora untuk membantu orang Israel menangani persoalan.​—Hakim 44, 5. Apa yang dia lakukan? Nabiah Debora mendukung hamba-hamba Allah dengan berani. Atas perintah Allah, Debora meminta Barak memimpin pasukan Israel melawan orang Kanaan yang menindas mereka. Hakim 46, 7 Ketika Barak meminta Debora untuk pergi bersamanya, dia tidak takut dan bersedia ikut.​—Hakim 48, 9. Setelah Allah membuat Israel menang telak, Debora dan Barak menyanyikan lagu kemenangan, yang sebagian digubah oleh Debora. Di lagu itu, Debora juga menyebutkan Yael, wanita lain yang berani, yang juga berperan dalam mengalahkan orang Kanaan.​—Hakim, pasal 5. Apa pelajarannya? Debora rela berkorban dan berani. Dia menyemangati orang lain untuk melakukan apa yang benar menurut Allah. Dan ketika mereka melakukannya, dia tidak segan-segan memuji mereka. ▸ Untuk lebih banyak keterangan tentang Debora, lihat artikel ”Aku Bangkit Sebagai Ibu di Israel”. Delila Siapa Delila itu? Dia adalah wanita yang dicintai Simson, hakim Israel.​—Hakim 164, 5. Apa yang dia lakukan? Dia menerima uang dari para pejabat Filistin untuk mengkhianati Simson, orang yang digunakan Allah untuk melepaskan Israel dari orang Filistin. Karena kekuatan yang Simson dapatkan secara mukjizat, orang Filistin tidak bisa mengalahkannya. Hakim 135 Jadi, para pejabat itu meminta bantuan Delila. Orang Filistin menyuap Delila untuk mencari tahu rahasia kekuatan Simson yang luar biasa. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya Delila berhasil mengetahui itu. Hakim 1615-17 Lalu, dia menceritakannya kepada orang Filistin, yang kemudian menangkap dan memenjarakan Simson.​—Hakim 1618-21. Apa pelajarannya? Delila adalah contoh yang buruk. Karena serakah dan egois, dia menipu dan mengkhianati hamba Allah Yehuwa. Ester Siapa Ester itu? Dia adalah wanita Yahudi yang dijadikan ratu oleh Raja Ahasweros dari Persia. Apa yang dia lakukan? Ratu Ester menggunakan kedudukannya untuk mencegah pembantaian bangsanya. Dia mendapat informasi tentang sebuah keputusan resmi, yang menyatakan bahwa semua orang Yahudi di Kerajaan Persia akan dibunuh pada satu hari yang ditetapkan. Rencana jahat ini berasal dari Haman, perdana menteri saat itu. Ester 313-15; 41, 5 Ester dibantu oleh Mordekai, kakak sepupunya, untuk menceritakan rencana ini kepada suaminya, Raja Ahasweros. Padahal untuk melakukan ini, Ester harus mempertaruhkan nyawa. Ester 410-16; 71-10 Ahasweros pun membolehkan Ester dan Mordekai mengeluarkan keputusan lain, yang mengizinkan orang Yahudi membela diri. Hasilnya, orang Yahudi mengalahkan semua musuh mereka.​—Ester 85-11; 916, 17. Apa pelajarannya? Ratu Ester menjadi teladan yang sangat bagus dalam bersikap berani, rendah hati, dan sadar diri. Mazmur 3124; Filipi 23 Meski cantik dan punya kedudukan, dia mau meminta nasihat dan bantuan. Sewaktu berbicara dengan suaminya, dia bijaksana dan penuh respek, tapi berani. Dia tidak takut menyatakan dirinya sebagai orang Yahudi walaupun nyawa semua orang Yahudi waktu itu terancam. ▸ Untuk lebih banyak keterangan tentang Ester, lihat artikel ”Ia Membela Umat Allah” dan ”Ia Bijaksana, Berani, dan Tidak Egois”. Gadis Syulam Syulamit Siapa gadis Syulam itu? Dia adalah gadis desa yang cantik, yang menjadi tokoh utama di buku Kidung Agung dalam Alkitab. Namanya tidak disebutkan di Alkitab. Apa yang dia lakukan? Gadis Syulam itu setia kepada gembala muda yang dicintainya. Kidung Agung 216 Dia sangat cantik sehingga menarik perhatian Raja Salomo yang kaya, dan Salomo berusaha mendapatkan hatinya. Kidung Agung 76 Meski orang-orang mendesaknya untuk memilih Salomo, gadis Syulam tetap tidak mau. Dia mencintai gembala sederhana itu dan setia kepadanya.​—Kidung Agung 35; 710; 86. Apa pelajarannya? Meski cantik dan mendapat banyak perhatian, dia tidak sombong. Cintanya kepada sang gembala tidak tergoyahkan sekalipun ada bujukan dari teman-temannya dan janji untuk menjadi kaya dan terpandang. Dia bisa mengendalikan perasaannya dan menjaga dirinya tetap murni. Hana Siapa Hana itu? Dia adalah istri Elkana dan ibu dari Samuel, nabi yang terkenal di Israel dulu.​—1 Samuel 11, 2, 4-7. Apa yang dia lakukan? Ketika Hana tidak punya anak, dia meminta penghiburan dari Allah. Suami Hana memiliki istri lain, yaitu Penina. Penina punya beberapa anak, sedangkan Hana tidak punya anak meski sudah lama menikah. Penina mengejek Hana dengan kejam, tapi Hana berdoa kepada Allah memohon penghiburan. Dia berjanji bahwa jika Allah memberinya anak laki-laki, dia akan memberikan anak itu kepada-Nya. Anak itu akan melayani di tabernakel, yaitu kemah ibadah orang Israel yang bisa dipindah-pindahkan.​—1 Samuel 111. Allah menjawab doa Hana, dan Hana pun melahirkan Samuel. Sesuai dengan janjinya, Hana membawa Samuel yang masih kecil ke tabernakel untuk melayani di sana. 1 Samuel 127, 28 Setiap tahun, Hana membuat rompi panjang untuk Samuel. Belakangan, Allah memberkati Hana dengan memberinya lima anak lagi, tiga laki-laki dan dua perempuan.​—1 Samuel 218-21. Apa pelajarannya? Hana bisa tabah karena dia berdoa dengan sepenuh hati. Dalam doanya yang dicatat di 1 Samuel 21-10, Hana bersyukur kepada Allah. Kata-kata dalam doanya menunjukkan bahwa dia benar-benar beriman kepada Allah. ▸ Untuk lebih banyak keterangan tentang Hana, lihat artikel ”Ia Mencurahkan Hatinya kepada Allah dalam Doa”. ▸ Untuk penjelasan tentang mengapa Allah pernah mengizinkan poligami di antara umat-Nya, lihat artikel ”Apakah Allah Menyetujui Poligami?” Hawa Siapa Hawa itu? Dia adalah wanita pertama yang diciptakan dan wanita pertama yang disebutkan di Alkitab. Apa yang dia lakukan? Hawa mengabaikan perintah Allah yang jelas. Seperti Adam, Hawa diciptakan sebagai manusia sempurna. Dia diberi kebebasan memilih dan kesanggupan untuk meniru sifat-sifat Allah, seperti kasih dan kebijaksanaan. Kejadian 127 Allah sudah memberi tahu Adam bahwa kalau mereka memakan buah dari pohon tertentu, mereka akan mati. Hawa juga tahu tentang hal itu. Tapi, Setan berkata bahwa Hawa tidak akan mati dan bahkan kehidupannya akan lebih baik jika dia tidak menaati Allah. Hawa memercayai kebohongan itu. Jadi, dia memakan buah itu lalu membujuk suaminya untuk memakannya juga.​—Kejadian 31-6; 1 Timotius 214. Apa pelajarannya? Pengalaman Hawa menjadi peringatan tentang bahayanya terus memikirkan keinginan untuk mendapatkan apa yang bukan milik kita. Bukannya menaati perintah Allah yang jelas, Hawa malah membiarkan keinginannya yang salah semakin menjadi-jadi.​—Kejadian 36; 1 Yohanes 216. Istri Lot Siapa istri Lot itu? Namanya tidak disebutkan dalam Alkitab. Tapi, Alkitab mencatat bahwa dia punya dua anak perempuan dan tinggal di kota Sodom bersama keluarganya.​—Kejadian 191, 15. Apa yang dia lakukan? Dia melanggar perintah Allah. Allah telah memutuskan untuk memusnahkan Sodom dan kota-kota sekitarnya karena penduduknya sangat bejat. Tapi, Allah mengasihi Lot hamba-Nya dan keluarga Lot. Maka, Allah mengirim dua malaikat untuk membawa mereka ke tempat yang aman.​—Kejadian 1820; 191, 12, 13. Para malaikat itu memberi tahu keluarga Lot untuk melarikan diri dan tidak melihat ke belakang supaya tidak mati. Kejadian 1917 Tapi, istri Lot ”melihat ke belakang, dan dia menjadi patung garam”.​—Kejadian 1926. Apa pelajarannya? Kisah ini menyoroti bahayanya jika kita terlalu mencintai harta benda, karena kita bisa melanggar perintah Allah. Yesus menyebutkan istri Lot sebagai contoh buruk. Dia berkata, ”Ingat istri Lot.”​—Lukas 1732. Izebel Siapa Izebel itu? Dia adalah istri Ahab, raja Israel. Dia bukan orang Israel, dan dia tidak menyembah Yehuwa tapi menyembah Baal, dewa orang Kanaan. Apa yang dia lakukan? Ratu Izebel bertindak dengan semena-mena, kejam, dan suka menggunakan kekerasan. Dia mempromosikan ibadah kepada Baal dan perbuatan cabul yang termasuk di dalamnya. Dia juga berupaya melenyapkan ibadah kepada Yehuwa, Allah yang benar.​—1 Raja 184, 13; 191-3. Untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, Izebel berdusta dan membunuh. 1 Raja 218-16 Seperti yang sudah Allah katakan, Izebel akhirnya mati dengan keji dan tidak dikuburkan.​—1 Raja 2123; 2 Raja 910, 32-37. Apa pelajarannya? Izebel adalah contoh buruk. Dia sangat bejat dan sering menghalalkan segala cara agar keinginannya tercapai, sampai-sampai namanya dijadikan sebutan untuk wanita yang tidak tahu malu, bejat, dan tidak bisa diatur. Lea Siapa Lea itu? Dia adalah istri pertama Yakub, leluhur bangsa Israel. Adiknya, Rakhel, juga menjadi istri Yakub.​—Kejadian 2920-29. Apa yang dia lakukan? Lea melahirkan enam anak laki-laki Yakub. Rut 411 Yakub sebenarnya ingin menikahi Rakhel, bukan Lea. Tapi ayah Lea, yaitu Laban, mengatur agar Lea menggantikan Rakhel. Saat Yakub sadar bahwa dia sudah ditipu sehingga menikahi Lea, Yakub protes kepada Laban. Tapi, Laban menjawab bahwa biasanya adik perempuan tidak akan menikah sebelum kakaknya. Seminggu kemudian, Yakub menikahi Rakhel.​—Kejadian 2926-28. Yakub lebih mencintai Rakhel daripada Lea. Kejadian 2930 Lea pun cemburu dan bersaing dengan adiknya agar disayangi oleh Yakub. Allah memahami perasaan Lea dan memberkatinya dengan memberi dia tujuh anak, enam laki-laki dan satu perempuan.​—Kejadian 2931. Apa pelajarannya? Lea terus mengandalkan Allah dengan berdoa, dan walaupun ada masalah dalam keluarganya, dia sadar bahwa Allah selalu membantunya. Kejadian 2932-35; 3020 Pengalamannya menunjukkan bahwa poligami tidak menghasilkan kebahagiaan. Waktu itu, Allah masih mengizinkan poligami. Tapi sebenarnya, Dia sudah menetapkan bahwa suami hanya boleh punya satu istri, begitu juga sebaliknya.​—Matius 194-6. ▸ Untuk lebih banyak keterangan tentang Lea, lihat artikel ”Kakak-Beradik yang Merana yang ’Membangun Keturunan Israel’”. ▸ Untuk penjelasan tentang mengapa Allah pernah mengizinkan poligami di antara umat-Nya, lihat artikel ”Apakah Allah Menyetujui Poligami?” Maria ibu Yesus Siapa Maria itu? Dia adalah seorang wanita Yahudi. Ketika masih perawan, Maria secara mukjizat mengandung dan melahirkan Yesus, Putra Allah. Apa yang dia lakukan? Maria rendah hati karena mau melakukan kehendak Allah. Sebenarnya, dia sudah bertunangan dengan Yusuf ketika malaikat datang dan memberitahukan bahwa dia akan mengandung dan melahirkan Mesias yang sudah lama ditunggu. Lukas 126-33 Tapi, dia rela menerima tugas itu. Belakangan, Maria dan Yusuf memiliki empat anak laki-laki lagi dan setidaknya dua anak perempuan. Jadi Maria bukan lagi perawan. Matius 1355, 56 Meski memiliki peran istimewa, dia tidak pernah berupaya mendapat pujian atau perlakuan khusus, baik selama pelayanan Yesus maupun ketika menjadi anggota sidang jemaat Kristen. Apa pelajarannya? Maria beriman dan mau menerima tanggung jawab yang berat. Dia juga punya banyak pengetahuan tentang Kitab Suci. Diperkirakan, dia mengutip 20 ayat ketika mengucapkan kata-kata yang dicatat di Lukas 146-55. ▸ Untuk lebih banyak keterangan tentang Maria, lihat artikel ”Hal-Hal yang Dapat Dipelajari dari Teladan Maria”. Maria saudara Marta dan Lazarus Siapa Maria itu? Dia dan saudara-saudaranya, yaitu Lazarus dan Marta, adalah sahabat Yesus. Apa yang dia lakukan? Maria berulang kali menunjukkan bahwa dia sangat menghormati Yesus sebagai Putra Allah. Dia menyatakan imannya bahwa Yesus sebenarnya bisa menyembuhkan saudaranya, Lazarus. Lalu, dia melihat sendiri Yesus membangkitkan Lazarus. Marta, saudaranya, pernah menegur dia karena dia memilih untuk mendengarkan Yesus daripada membantu melakukan pekerjaan rumah tangga. Tapi, Yesus memuji Maria karena mengutamakan hal-hal rohani.​—Lukas 1038-42. Suatu hari, Maria menunjukkan kemurahan hati yang luar biasa dengan menuang ”minyak wangi yang mahal” ke kepala dan kaki Yesus. Matius 266, 7 Orang-orang menuduh Maria membuang-buang minyak itu. Tapi Yesus membelanya dengan berkata, ”Di mana pun kabar baik [tentang Kerajaan Allah] diberitakan di seluruh dunia, apa yang wanita ini lakukan akan diceritakan juga untuk mengenang dia.”​—Matius 2414; 268-13. Apa pelajarannya? Maria terus berupaya memperkuat imannya. Dia lebih mengutamakan hal-hal rohani daripada jasmani. Dia juga rendah hati dan menghormati Yesus, bahkan sampai mengeluarkan banyak uang untuk menunjukkan rasa hormatnya. Maria Magdalena Siapa Maria Magdalena itu? Dia adalah murid Yesus yang setia. Apa yang dia lakukan? Maria Magdalena adalah salah satu wanita yang berkeliling bersama Yesus dan para muridnya. Dia dengan murah hati menggunakan uangnya sendiri untuk ikut memenuhi kebutuhan mereka. Lukas 81-3 Maria mengikuti Yesus hingga akhir pelayanannya dan tetap berada di dekatnya ketika dia dieksekusi. Setelah Yesus dibangkitkan, Maria mendapat kehormatan dengan menjadi salah satu orang pertama yang bertemu dengannya.​—Yohanes 2011-18. Apa pelajarannya? Maria Magdalena dengan murah hati mendukung pelayanan Yesus dan menjadi muridnya yang setia. Marta Siapa Marta itu? Dia adalah saudara perempuan Lazarus dan Maria. Mereka bertiga tinggal di Betani, sebuah desa di dekat Yerusalem. Apa yang dia lakukan? Marta bersahabat dengan Yesus, dan Alkitab berkata, ”Yesus mengasihi Marta, Maria, dan Lazarus.” Yohanes 115 Marta punya sifat suka menerima tamu. Suatu hari ketika Yesus mengunjungi mereka, Maria memilih untuk mendengarkan Yesus, sedangkan Marta sibuk dengan pekerjaan rumah tangga. Marta mengeluh kepada Yesus karena Maria tidak membantunya. Tapi, Yesus dengan lembut membantu Marta memiliki pandangan yang benar.​—Lukas 1038-42. Sewaktu Lazarus sakit, Marta dan Maria meminta agar Yesus datang, karena mereka yakin bahwa Yesus bisa menyembuhkan Lazarus. Yohanes 113, 21 Tapi, Lazarus meninggal sebelum Yesus datang. Kata-kata Marta kepada Yesus menunjukkan bahwa dia percaya pada janji Alkitab tentang kebangkitan dan yakin bahwa Yesus bisa membuat Lazarus hidup lagi.​—Yohanes 1120-27. Apa pelajarannya? Marta bekerja keras untuk menjamu tamunya. Dia juga mau dinasihati. Selain itu, dia dengan terus terang menyatakan perasaannya dan imannya. ▸ Untuk keterangan lebih banyak tentang Marta, lihat artikel ”Aku Percaya”. Miriam Siapa Miriam itu? Dia adalah kakak Musa dan Harun. Dia adalah wanita pertama yang disebut nabiah dalam Alkitab. Apa yang dia lakukan? Sebagai nabiah, dia memberitahukan berita dari Allah kepada orang-orang. Dia adalah wanita terpandang di Israel dan ikut menyanyikan lagu kemenangan setelah Allah memusnahkan pasukan Mesir di Laut Merah.​—Keluaran 151, 20, 21. Suatu hari, Miriam dan Harun mengkritik Musa, kemungkinan besar karena mereka iri dan sombong. Tapi, Allah mendengarkan dan menegur mereka dengan keras. Bilangan 121-9 Lalu, Allah membuat Miriam terkena kusta, karena tampaknya dialah yang memulai kritikan itu. Tapi, Musa memohon pengampunan untuknya, dan Allah menyembuhkannya. Setelah dikarantina selama tujuh hari, Miriam pun diizinkan untuk kembali ke perkemahan Israel.​—Bilangan 1210-15. Alkitab menunjukkan bahwa Miriam mau menerima koreksi. Berabad-abad kemudian, peranan istimewa Miriam disebutkan ketika Allah mengingatkan Israel, ”Aku mengutus Musa, Harun, dan Miriam ke hadapan kalian.”​—Mikha 64. Apa pelajarannya? Kisah Miriam menunjukkan bahwa Allah memperhatikan apa yang dikatakan penyembah-Nya, baik kepada satu sama lain maupun tentang satu sama lain. Kita juga belajar bahwa untuk menyenangkan Allah, kita harus menjauhi sifat sombong dan iri, karena sifat-sifat ini bisa membuat kita menjelek-jelekkan orang lain. Rahab Siapa Rahab itu? Dia adalah pelacur yang tinggal di Yerikho, kota orang Kanaan, dan belakangan dia menjadi penyembah Allah Yehuwa. Apa yang dia lakukan? Ketika dua orang Israel memata-matai negeri Kanaan, Rahab membantu mereka bersembunyi. Dia melakukannya karena mendengar bahwa Yehuwa, Allah Israel, membebaskan umat-Nya dari Mesir dan belakangan dari serangan orang Amori. Rahab memohon kepada kedua mata-mata itu agar dia dan keluarganya tidak ikut dibunuh sewaktu Israel menghancurkan Yerikho. Mereka setuju, tapi ada syaratnya Rahab harus merahasiakan kedatangan mereka, dia dan keluarganya harus tetap berada di rumah tersebut ketika Israel menyerang, dan dia harus menggantungkan tali merah di jendela sebagai tanda. Rahab melakukan semua itu sehingga dia dan keluarganya selamat ketika Israel merebut Yerikho. Belakangan, Rahab menikah dengan orang Israel dan menjadi nenek moyang Raja Daud dan Yesus Kristus.​—Yosua 21-24; 625; Matius 15, 6, 16. Apa pelajarannya? Alkitab menunjukkan bahwa Rahab sangat beriman dan menjadi teladan bagi kita. Ibrani 1130, 31; Yakobus 225 Dari kisahnya, kita bisa melihat bahwa Allah suka mengampuni dan tidak berat sebelah. Dia memberkati siapa pun yang percaya kepada-Nya, tidak soal apa latar belakang mereka. ▸ Untuk lebih banyak keterangan tentang Rahab, lihat artikel ”Ia ’Dinyatakan Adil-Benar Melalui Perbuatan’”. Rakhel Siapa Rakhel itu? Dia adalah anak Laban dan istri kesayangan Yakub, leluhur bangsa Israel. Apa yang dia lakukan? Rakhel menikah dengan Yakub dan melahirkan dua anak laki-laki, yang belakangan termasuk di antara ke-12 kepala suku Israel zaman dulu. Rakhel pertama kali bertemu Yakub ketika sedang mengurus domba-domba ayahnya. Kejadian 299, 10 Dibanding Lea kakaknya, Rakhel ”sangat menarik”.​—Kejadian 2917. Yakub jatuh cinta kepada Rakhel dan setuju untuk bekerja selama tujuh tahun supaya bisa menikahinya. Kejadian 2918 Tapi, dia ditipu oleh Laban sehingga menikah dengan Lea. Setelah itu, barulah dia diperbolehkan untuk menikahi Rakhel.​—Kejadian 2925-27. Yakub lebih mencintai Rakhel dan kedua anaknya daripada Lea dan anak-anaknya. Kejadian 373; 4420, 27-29 Akibatnya, kedua wanita itu terus bersaing.​—Kejadian 2930; 301, 15. Apa pelajarannya? Rakhel tabah dalam menghadapi keadaan keluarga yang sulit itu dan tetap berharap Allah mau mendengar doa-doanya. Kejadian 3022-24 Kisahnya menunjukkan bahwa poligami bisa menimbulkan ketegangan dalam keluarga. Pengalaman Rakhel memperlihatkan keunggulan standar Allah yang semula tentang perkawinan, yaitu seorang pria hanya memiliki satu istri.​—Matius 194-6. ▸ Untuk lebih banyak keterangan tentang Rakhel, lihat artikel ”Kakak-Beradik yang Merana yang ’Membangun Keturunan Israel’”. ▸ Untuk penjelasan tentang mengapa Allah pernah mengizinkan poligami di antara umat-Nya, lihat artikel ”Apakah Allah Menyetujui Poligami?” Ribka Siapa Ribka itu? Dia adalah istri Ishak. Dia punya anak kembar, yaitu Yakub dan Esau. Apa yang dia lakukan? Ribka melakukan kehendak Allah, bahkan ketika itu tidak mudah. Suatu hari, sewaktu dia sedang menimba air dari sumur, seorang pria meminta minum kepadanya. Ribka segera memberikannya dan menawarkan untuk mengambilkan air bagi unta-unta pria itu. Kejadian 2415-20 Pria itu adalah hamba Abraham, yang baru saja menempuh perjalanan jauh untuk mencarikan istri bagi Ishak, anak Abraham. Kejadian 242-4 Sebelumnya, dia berdoa untuk meminta dukungan Allah. Saat melihat kerajinan dan kemurahan hati Ribka, dia sadar bahwa Ribka-lah jawaban doanya, wanita yang Allah pilih untuk Ishak.​—Kejadian 2410-14, 21, 27. Ketika Ribka diberi tahu tentang tujuan pria itu, dia bersedia untuk pergi bersamanya dan menjadi istri Ishak. Kejadian 2457-59 Akhirnya, Ribka melahirkan anak laki-laki kembar. Allah memberitahunya bahwa anak yang lebih tua, yaitu Esau, akan melayani Yakub, adiknya. Kejadian 2523 Jadi, saat Ishak akan memberi Esau berkat sebagai anak sulung, Ribka turun tangan untuk memastikan bahwa berkat itu diberikan kepada Yakub, karena dia tahu bahwa itulah yang Allah inginkan.​—Kejadian 271-17. Apa pelajarannya? Ribka adalah wanita yang rendah hati, rajin, dan murah hati. Sifat-sifat itu membuatnya menjadi istri dan ibu yang baik serta penyembah Allah yang setia. ▸ Untuk lebih banyak keterangan tentang Ribka, lihat artikel ”Aku Bersedia Pergi”. Rut Siapa Rut itu? Dia adalah wanita Moab yang meninggalkan dewa-dewanya dan negerinya demi menjadi penyembah Yehuwa di Israel. Apa yang dia lakukan? Rut benar-benar menyayangi Naomi, ibu mertuanya. Dulu, Naomi pindah ke Moab bersama suami dan dua anak laki-lakinya karena ada kelaparan di Israel. Belakangan, anak-anak Naomi menikah dengan wanita-wanita Moab, yaitu Rut dan Orpa. Tapi, suami dan anak-anak Naomi akhirnya meninggal. Ketiga wanita itu pun menjadi janda. Naomi memutuskan untuk kembali ke Israel, yang waktu itu tidak lagi kekeringan. Rut dan Orpa ingin ikut dengannya, tapi Naomi menyuruh mereka pulang kepada keluarga mereka. Orpa pun tidak jadi ikut. Rut 11-6, 15 Tapi, Rut setia menemani ibu mertuanya. Dia menyayangi Naomi dan ingin menyembah Yehuwa, Allah yang disembah Naomi.​—Rut 116, 17; 211. Rut dan Naomi akhirnya sampai di Betlehem, kota asal Naomi. Tak lama kemudian, orang-orang di sana mulai mengenal Rut sebagai menantu yang baik dan pekerja keras. Boaz, seorang tuan tanah yang kaya, sangat terkesan dengan Rut, dan dia dengan murah hati menyediakan makanan bagi Rut dan Naomi. Rut 25-7, 20 Belakangan, Rut menikah dengan Boaz dan menjadi nenek moyang Raja Daud dan Yesus Kristus.​—Matius 15, 6, 16. Apa pelajarannya? Rut rela meninggalkan tempat tinggal dan keluarganya karena menyayangi Naomi dan Yehuwa. Dia bekerja keras dan setia meski menghadapi banyak tantangan. ▸ Untuk lebih banyak keterangan tentang Rut, lihat artikel ”Ke Mana Engkau Pergi Aku Akan Pergi” dan ”Wanita yang Baik Sekali”. Sara Siapa Sara itu? Dia adalah istri Abraham dan ibu Ishak. Apa yang dia lakukan? Sara tinggal di kota Ur yang makmur. Suatu hari, mungkin ketika Sara sudah berumur 60-an, Allah meminta Abraham pindah ke negeri Kanaan. Allah berjanji akan memberkati Abraham dan menjadikan keturunannya sebagai bangsa yang besar. Kejadian 121-5 Karena beriman kepada janji Allah, Sara rela meninggalkan kehidupannya yang nyaman di Ur. Sejak itu, dia dan suaminya tinggal di tenda dan berpindah-pindah. Sara harus menghadapi bahaya karena hidup berpindah-pindah. Tapi, dia tetap mendukung Abraham yang mengikuti petunjuk Allah. Kejadian 1210, 15 Selama bertahun-tahun, Sara tidak punya anak, dan dia sangat sedih. Tapi, Allah sudah berjanji untuk memberkati keturunan Abraham. Kejadian 127; 1315; 1518; 161, 2, 15 Belakangan, Allah berjanji bahwa Sara akan mengandung anak Abraham. Sara pun hamil dan melahirkan seorang anak yang dinamai Ishak, padahal usianya sudah jauh melebihi usia melahirkan. Sara sudah berusia 90 tahun, dan suaminya 100 tahun.​—Kejadian 1717; 212-5. Apa pelajarannya? Dari teladan Sara, kita belajar bahwa janji Allah selalu bisa dipercaya, bahkan yang tampaknya mustahil terjadi. Ibrani 1111 Teladannya sebagai istri juga menunjukkan pentingnya respek dalam perkawinan.​—1 Petrus 35, 6. ▸ Untuk lebih banyak keterangan tentang Sara, lihat artikel ”Engkau Wanita yang Cantik” dan ”Ibu Para Raja”. Yael Siapa Yael itu? Dia adalah istri dari Heber, seorang pria yang bukan orang Israel. Yael berani mendukung umat Allah. Apa yang dia lakukan? Yael bertindak tanpa ragu ketika Sisera, panglima Kanaan, datang ke kemah Yael. Waktu itu, Sisera baru saja kalah melawan Israel dan sedang mencari tempat perlindungan. Yael pun mengundangnya masuk ke dalam kemah untuk beristirahat. Setelah Sisera tidur, Yael membunuhnya.​—Hakim 417-21. Perbuatan Yael sesuai dengan kata-kata Debora, yaitu, ”Yehuwa akan menyerahkan Sisera ke tangan seorang wanita.” Hakim 49 Karena tindakannya itu, Yael dipuji, ”Diberkatilah dia melebihi semua wanita.”​—Hakim 524. Apa pelajarannya? Yael tidak diam saja dan bertindak dengan berani. Pengalamannya menunjukkan bahwa Allah sanggup melakukan apa saja agar kehendak-Nya terjadi. Masa Hidup Para Wanita di Alkitab Hawa Air Bah 2370 SM Sara Istri Lot Ribka Lea Rakhel Israel keluar dari Mesir 1513 SM Miriam Rahab Rut Debora Yael Delila Hana Raja Israel pertama dilantik 1117 SM Abigail Gadis Syulam Izebel Ester Maria ibu Yesus Yesus dibaptis 29 M Marta Maria saudara Marta dan Lazarus Maria Magdalena Yesus meninggal 33 M