Takhanya menyajikan hiburan semata, beberapa drama Korea sukses melahirkan para role model baru, khususnya dari para tokoh perempuan yang menjadi tokoh utama dalam drama tertentu. Digambarkan sebagai sosok pekerja keras, berkarisma, serta memiliki cara berpikir 'tak biasa' atau 'out of the box' , banyak dari mereka yang mengajarkan kita hal KonsepKreatif 3.1.1. Studi Karakter Dalam perancangan ini penulis mengangkat 10 tokoh Alkitab Per. Merebut Tanah Kanaan Yosua | PDF. Renungan Minggu: Kesetiaan Yosua - Tribunmanado.co.id. 7 Potret Yosua Putra, Sosok Viral di Balik Budi Setiawan yang Jadi Meme. Apa arti nama Yosua untuk anak Laki-laki dari bahasa Kristiani dalam kamus Arti Nama. Sudahbanyak sudut pandang dan sedikitnya satu penelitian, yang membenarkan hal ini. Terlebih lagi jika wanita tersebut jauh dari kata boros dan pintar dalam hal pengelolaan dana. Tidak percaya? Ini buktinya jika pria kaya suka wanita sederhana atau wanita cerdas. Nah, berikut ini adalah 5 sosok wanita masa kini yang sama-sama menginspirasi! Diamengusir Iblis dengan sekali lagi mengutip ayat dalam Kitab Suci, "Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Lukas 4:8; Ulangan 6:13). Lukas berkata, "Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik" (4:13). Dibalik sukses nya hidup aku ada banyak sosok-sosok perempuan hebat di hidupku. Aku akan share cerita2 ku dalam IG Live “Ladies First” bersama V-Soy pada tanggal 9 April 2022. Ajak para ladies buat ikutan yuk, dan kalian punya kesempatan dapetin persembahan spesial dari V-Soy. Kalian bisa cek and details nya di IG @vsoyworldindonesia 7Karakter Perempuan Tangguh dalam Tayangan Anime Jepang. Ada yang perpaduan manusia dan robot lho! Pada umumnya tokoh wanita digambarkan menjadi sosok yang anggun, lemah dan lembut. Namun, tak jarang perempuan memiliki peran sebagai sosok yang kuat dan pemberani untuk membela kebenaran, salah satunya pada tokoh-tokoh anime. Masingmasing sosok wanita mengerjakan tugas yang berbeda. Wanita pertama mencari tangkai jerami, yang kedua mengambil butiran jerami, dan yang ketiga mengumpulkan semuanya. Wajah mereka dilukiskan secara tidak jelas, menandakan sosok-sosok bisa berarti siapapun di masyarakat Perancis dan tidak spesifik kepada 1-2 orang saja. Alkitabdan Nilai Pi yang Salah. Bagi sebagian orang ini mungkin kenyataan tekstual yang agak memalukan. Saat menceritakan detil teknis Bait Suci Salomo, kitab Raja-raja mencatat rasio antara diameter dan keliling lingkaran sebagai berikut: “Kemudian dibuatnyalah ‘laut’ tuangan yang sepuluh hasta dari tepi ke tepi, bundar keliling, lima . Kiprah wanita dalam kehidupan ini sudah ada sejak awal kehidupan. Meski sebagai wanita sering di anggap lebih rendah kedudukannya, namun seperti Kartini, mereka tidak berhenti berkarya dengan tulus. Diantara banyak wanita pembuat sejarah, ada 10 orang wanita dalam Alkitab yang dalam keadaan mereka yang tidak sempurna, lemah dan tidak berdaya namun mengijinkan Tuhan berkarya dalam hidup mereka dan pada akhirnya mereka menjadi pribadi yang menginspirasi dan berpengaruh. Mari kita lihat bersama hidup mereka. Hawa, Ibu Semua Manusia Kejadian 3 Tuhan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam dan memberikan dia kuasa yang sama memilih apa yang baik dan buruk. Di awal cerita penciptaan kita bisa lihat pribadi Hawa yang sangat independent, dan sangat terhubung dengan dunia di sekitarnya. Dia menjelajahi taman Eden, berbincang dengan ular, membuat keputusan atas buah terlarang, dan dengan ringan membagi pengalamannya dengan Adam. Kisah Hawa mengingatkan kita para wanita bahwa kita bisa secara bersamaan menjadi kreatif dan juga merusak. Hawa mengajarkan kita untuk hati-hati dalam membuat pilihan, dan menyelaraskan keinginan kita dengan hikmat Tuhan. Hagar, Orang Asing Yang Diterima Tuhan Kejadian 161-16; 211-21 Setelah Tuhan berjanji kepada Abram akan menjadikannya bangsa yang besar, Sarai yang tidak juga mengandung memberikan kepadanya Hagar. Hati-hatilah dengan apa yang Anda minta. Begitu Hagar hamil, Sarai menyesali apa yang ia lakukan dan menganiaya Hagar. Agar akhirnya Hagar di usir ke padang gurun, budak, yang namanya berarti “orang asing” menerima sebuah pesan yang menenangkannya, “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.” Hagar kembali kepada nyonyanya yang penganiaya dengan sebuah janji bahwa keturunan anaknya akan tidak terhitung. Jika Anda tidak mendapatkan hak Anda, dihina dan putus asa, dengarkanlah suara malaikat. Anda bisa mendengarkannya hanya dengan sebuah seruan doa. Rahap, Pelacur Berhati Emas Yosua 21-24 Rahap, wanita yang dipandang rendah oleh masyarakatnya ini menyembunyikan dua mata-mata yang dikirim oleh Yosua, dan membantu mereka melarikan diri. Begitu melihat mereka, Rahap tahu bahwa ada sebuah kesempatan bagi baginya untuk selamat waktu itu. “Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya, bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut.” Ayat 12-13. Mungkin tindakannya terlihat manipulatif dengan bagaimana ia menolong para mata-mata itu untuk menyelamatkan dirinya dan keluarganya. Tetapi Rahap mengenali ada rencana Ilahi melalui hal itu. Dari kehidupan Rahap kita bisa belajar melihat setiap kesempatan untuk berbuat baik adalah kesempatan untuk menyelamatkan diri kita sendiri dan bahkan keluarga kita. Jadi jangan lewatkan setiap kesempatan berbuat baik yang menghampiri Anda. Debora, Putri Ksatria Hakim-hakim 4 & 5 Saat itu, Debora menjadi hakim atas Israel dengan duduk di bawah pohon Palem. Seorang wanita yang memerintah Israel. Setelah 20 tahun di tindas, dia memanggil jendral militer Balak untuk membawa prajurit dan menyerang Sisera di Gunung Tabor. Tapi Barak menjawab, “Jika engkau turut maju akupun maju.” Debora setuju, tapi ia memberi tahu Balak bahwa dia tidak akan mendapatkan kemuliaan atas perang itu jika dirinya ikut pergi. “Sebab TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan,” nubuatan ini selain bicara tentang kemenangan yang akan dia menangkan juga menyatakan secara langsung bahwa Sisera akan mati ditangan seorang perempuan. Debora mengajarkan bagaimana seorang wanita harus bertindak bijaksana sekalipun ia menjadi seorang pemimpin. Debora dengan rendah hati mendelegasikan tugas, namun ia juga berani mengambil tanggung jawab ketika orang yang dipimpinnya tidak mampu. Dia juga wanita berani, dan tegas dalam kepemimpinannya. Yael, Wanita Biasa Berhati Singa Hakim-hakim 417-24; 56,24 Ketika pasukan Sisera terdesak, dengan terhuyung-huyung dia bersembunyi di perkemahan Yael, isteri Heber, orang Keni. Sisera tidak menduga sama sekali bahwa wanita itu loyal terhadap Israel. Yael menerima Sisera di kemahnya, memberi susu saat ia meminta air, dan menghibur dia hingga tidur. Kemudian Yael yang bertubuh kecil itu membunuh Sisera dalam tidurnya dan memenuhi nubuatan Debora. Cerita Yael membuat kita tahu bahwa kadang-kadang seorang perempuan harus membunuh raksasa dalam hidupnya, dengan apa yang ada padanya. Tangan Yael mungkin penuh darah karena hal itu, tapi atas tindakannya yang berani itu Israel mengalami keamanan selama 40 tahun kemudian. Sumber -Kita dapat belajar dan bertumbuh dari tokoh-tokoh yang tercacat di dalam Alkitab. Pada kesempatan ini, kita akan belajar dari tokoh-tokoh wanita dalam Alkitab. Namun, bukan berarti artikel ini hanya cocok dibaca oleh wanita saja. Bagi Anda yang ingin terus bertumbuh lewat firman Tuhan, ada banyak hal yang bisa dipetik lewat keteladanan mereka. Tiga wanita ini dapat menjadi panutan kita dalam iman dan tindakan. Tentunya, para perempuan lain yang tercatat dalam Alkitab juga tidak kalah hebat, tapi saat ini kita akan fokus pada ketiga tokoh berikut Maria – Memprioritaskan Tuhan di Atas Segalanya Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” – Lukas 1039-42 Sebagai wanita, kita punya segudang aktivitas yang seakan tak ada habisnya. Tak jarang, seperti halnya Marta, kita tenggelam dalam kesibukan, entah itu pekerjaan kantor, pekerjaan rumah, bisnis pribadi, tugas kuliah, kegiatan pelayanan, dan lain-lain. Sebisa mungkin, kita ingin segala sesuatunya terlihat sempurna, rapi, dan indah dipandang. Jika Anda seorang ibu rumah tangga yang sudah mempunyai anak, hari-hari Anda pasti jauh lebih sibuk daripada ketika masih single. Kegiatan mengurus rumah tangga, anak, suami, masak, dan bersih-bersih, bisa menjadi prioritas dalam hidup. Anda berjuang memberikan yang terbaik bagi keluarga dan ingin segala sesuatunya berjalan sesuai harapan. Akibatnya, Anda melupakan hal terpenting, yaitu memberikan waktu dan perhatian kita untuk firman Tuhan. Padahal, Tuhan hanya ingin kita duduk diam, mendengarkan Dia bicara lewat firman-Nya. Bahkan, Yesus mengatakan bahwa Maria telah memilih yang hal yang terpenting, yang tidak akan dapat diambil darinya, yaitu kebenaran firman Tuhan. Saat ini, lebih mirip siapakah Anda Maria atau Marta? Para wanita bukannya tidak boleh bekerja atau melakukan banyak aktivitas. Namun, apakah kita masih ingat prioritas terpenting kita, yaitu meluangkan waktu untuk Tuhan? Atau, kita biarkan hal-hal lain menyita hidup kita, sampai-sampai tidak punya waktu lagi untuk merenungkan firman? Mari, kita menaruh prioritas yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan. Abigail – Bijaksana Abigail adalah istri Nabal, seorang pengusaha kaya yang tidak bijaksana. Untuk memahami latar belakang poin ini, ada baiknya Anda terlebih dahulu membaca kisah Daud, Abigail, dan Nabal dalam 1 Samuel 25. Ketika Daud meminta Nabal untuk memberikan makanan dan minuman untuk orang-orangnya 1 Samuel 253-8, Nabal menolak, bahkan memaki-maki utusan Daud dengan kasar 1 Samuel 2510-11. Padahal, para pengikut Daud sudah begitu baik kepada hamba-hamba Nabal 1 Samuel 25 14-16. Sikap sombong Nabal membuat Daud murka, sehingga ia dan empat ratus pengikutnya berangkat untuk membunuh Nabal dan semua laki-laki yang tinggal di rumahnya. Ketika konflik Daud dan Nabal ini diketahui Abigail, ia langsung bertindak dengan cepat dan berani untuk meredakan situasi. Lalu segeralah Abigail mengambil dua ratus roti, dua buyung anggur, lima domba yang telah diolah, lima sukat bertih gandum, seratus buah kue kismis dan dua ratus kue ara, dimuatnyalah semuanya ke atas keledai, lalu berkata kepada bujang-bujangnya “Berjalanlah mendahului aku; aku segera menyusul kamu.” Tetapi Nabal, suaminya, tidaklah diberitahunya. – 1 Samuel 2518-19 Abigail tidak berlama-lama, tetapi segera mengambil tindakan. Dengan hikmatnya, ia melakukan apa yang harus ia lakukan mengatur strategi dan membawakan apa yang Daud butuhkan. Langkah yang diambil Abigail berhasil menyelamatkan hidupnya dan hidup para hamba Nabal dari murka Daud. Saat menemui Daud, Abigail juga menunjukkan sikap hormat dan rendah hati. Ia menyampaikan maksudnya dengan kata-kata yang dipilih secara cermat. Ini menunjukkan bahwa Abigail adalah pribadi yang dewasa dan bijak. Jika Anda yang berada di posisi Abigail, apa yang akan Anda lakukan? Diam dalam ketakutan? Panik? Atau, akankah Anda mengambil langkah dengan berani, sekalipun tahu risikonya, dan mengupayakan solusi yang terbaik bagi semua pihak? Wanita adalah penolong bagi pria. Bahkan, ada ungkapan yang mengatakan bahwa wanita itu ibarat indra keenam pria. Ia memiliki kepekaan dan intuisi untuk melindungi pasangannya, keluarganya, dan orang-orang di sekitarnya dari bahaya. Namun, dalam hidup, ada masa-masa di mana kita perlu mengambil keputusan atau tindakan sulit yang membutuhkan hikmat serta kecepatan berpikir. Saat ini terjadi, kita perlu meneladani sikap Abigail. Jika Anda membutuhkan hikmat lebih, mintalah kepada Tuhan, yang akan memberikannya dengan berlimpah-limpah kepada Anda. Rut – Terus Berjuang & Pantang Menyerah Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya “Pergilah, anakku.” – Rut 22 Setelah suami dan kedua putranya meninggal di Moab, Naomi memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Betlehem. Rut, salah seorang menantunya, memilih untuk ikut bersamanya. Bayangkan Anda menjadi Rut. Anda baru kehilangan suami dan harus pindah ke sebuah kota berbudaya asing, bersama dengan mertua yang sudah tua dan sama berdukanya dengan Anda. Apakah Anda akan meratapi nasib? Atau, Anda memilih bangkit dan memulai hidup baru, entah bagaimana caranya? Alih-alih terlarut dalam kesedihan, Rut mengambil inisiatif untuk mandiri dan berdikari. Setibanya di Bethlehem, ia langsung bekerja memunguti jelai. Ini bukanlah jenis pekerjaan terhormat; Rut butuh belas kasihan para penyabit gandum yang membiarkannya mengambil jelai-jelai yang jatuh di belakang mereka. Namun, ia mau melakukannya karena ia bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup mertuanya. Rut punya prinsip bahwa life must goes on. Ada banyak alasan bagi Rut untuk menjadi pahit dan merana akibat tragedi yang menimpa keluarga besarnya. Namun, ia memilih terus maju, ketimbang menangisi hal-hal yang tidak mungkin kembali lagi. Saat hidup kita dilanda pergumulan dan masalah, kita punya dua pilihan terpuruk atau berjuang. Kita dapat saja terbawa perasaan, terus-terusan murung, mengasihani diri, menyesali hidup, bahkan mengalami kepahitan terhadap Tuhan. Namun, kita juga bisa seperti Rut, yang tidak memandang dirinya sebagai orang paling malang sedunia, tetapi memilih untuk bangkit dan berjuang. Tak heran, pada akhirnya Rut menikah dengan Boas si pemilik ladang gandum dan menjadi nenek moyang Daud dan Yesus. Percayalah, ketika Anda berjuang, Tuhan akan melihat setiap jerih payah Anda. Para wanita hebat ini mengajarkan nilai-nilai penting yang tak lekang waktu kepada kita, para wanita era modern. Dari Maria, kita belajar memprioritaskan waktu dan perhatian untuk mendengarkan firman Tuhan. Dari Abigail, kita belajar menjadi pribadi yang berhikmat, bertindak cepat, dan berani. Dari Rut, kita belajar untuk menjadi sosok yang kuat, tekun, dan pantang menyerah. Semoga kita semua dapat bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik lagi. Amin! Wisnu Prianggani Contributor Jika kita membaca Alkitab dan memperhatikan sejarah Kekristenan, kita bisa menyadari bahwa kekuasaan lebih sering dikaitkan dengan keberadaan laki-laki dan jarang sekali wanita di sorot kepemimpinannya. Bahkan pada zaman sekarang sekalipun wanita hanya memainkan peran lebih banyak dalam keluarga mereka dan jarang sekali berada di dalam sebuah posisi kepemimpinan. Namun, perlu diketahui juga bahwa ada beberapa wanita yang berhasil mengubah paradigma tersebut. Ada beberapa wanita di dalam sejarah Kekristenan yang berhasil melampaui semua harapan sosial pada masa Alkitab. Meskipun laki-laki lebh banyak mendominasi, wanita di dalam sejarah kekristenan sebenarnya memiliki dampak dan pengaruh di bidang mereka sendiri. Keberhasilan mereka dalam mengatasi budaya yang mengabaikan seksualitas membuat keberhasilan lima wanita ini cukup penting untuk dicatat dalam sejarah Kekristenan. 1. Miriam, Nabi Perempuan Pertama Dalam Sejarah Kekristenan Miriam adalah wanita pertama dalam sejarah Kekristenan yang menjadi nabi. Ia diakui baik dalam Talmud, sumber hukum Yahudi, maupun dalam Torah, yang terdiri dari lima kitab pertama dalam Perjanjian Lama. Baca Juga Jadi Teladan Bagi Ibu-ibu, Inilah 9 Sosok Ibu yang Luar Biasa di Alkitab Part 1 2. Deborah, Nabi Perempuan dan Satu-satunya Hakim Perempuan Dalam Sejarah Kekristenan Dari semua wanita dalam Alkitab, Deborah menjadi pemimpin militer yang luar biasa. Ia takut akan Tuhan dan memimpin orang Israel meraih kemenangan serta keluar dari perbudakan. Ia adalah nabi perempuan dan hakim keempat Israel sebelum masa raja-raja. Satu-satunya orang yang disebut sebagai nabi dan hakim dalam Alkitab adalah Samuel. Hal tersebut menempatkan Deborah di antara tokoh-tokoh besar yang disebutkan dalam Alkitab. 3. Ratu Ester, Pembebas Israel Sebagai contoh kecantikan, kerendahan hati, kecerdasan, dan keberanian, Ester digambarkan sebagai ratu Yahudi pada masa raja Persia Ahasyweros. Ia menggunakan posisinya yang kuat untuk melakukan kebaikan. Ketika umatnya hampir dibinasakan, Ester dengan rela berkorban nyawa untuk menyelamatkan mereka. Baca Juga Jadi Teladan Bagi Ibu-ibu, Inilah 9 Sosok Ibu yang Luar Biasa di Alkitab Part 2 4. Lydia, Pengusaha Sukses Di dalam kekaisaran Romawi yang didominasi oleh laki-laki, Lydia memiliki bisnis sukses menjual kain ungu. Kain ungu dikaitkan dengan kemakmuran, kerajaan, dan kewenangan. Ia adalah orang yang pertama kali mencatatkan dirinya sebagai penganut Kekristenan di Eropa. Alkitab mencatat bahwa Lydia memimpin seluruh rumah tangganya menjadi penganut Kekristenan. Ia menjadi tuan rumah bagi Paulus dan kelompoknya di rumahnya, yang memudahkan penyebaran injil. 5. Priskila, Guru dan Penginjil Priskila bersama dengan suaminya Aquila, disebutkan enam kali dalam Perjanjian Baru, dan dalam setiap referensi, ia ditulis sebelum suaminya. Ini mengimplikasikan bahwa dia lebih menonjol daripada suaminya dalam pelayanan yang mereka bagikan. Priskila adalah seorang guru dan penginjil yang bekerja dekat dengan rasul Paulus. Bersama-sama, mereka mengajarkan dan membimbing Apolos, seorang pengkhotbah yang menjadi tokoh penting dalam gereja awal. Dalam sejarah Kekristenan, kekuasaan selalu dikaitkan dengan kaum laki-laki. Namun, beberapa wanita berhasil mematahkan paradigma ini. Meskipun hidup dalam masyarakat patriarki yang mengabaikan peran dan potensi wanita, kelima tokoh wanita yang disebutkan di atas berhasil mencapai prestasi luar biasa yang dicatat dalam Kitab Suci. Baca Juga 3 Tokoh Alkitab yang Mengalami Kehidupan yang Buruk Diubah Tuhan Menjadi Baik Kisah-kisah mereka menunjukkan bahwa wanita memiliki potensi dan kemampuan yang sama seperti laki-laki dalam melayani Tuhan dan memimpin gereja. Mereka menantang batasan-batasan gender yang telah dibuat oleh masyarakat, dan mengilhami wanita-wanita lainnya untuk melangkah maju dan mengembangkan potensi mereka. Kita semua, baik laki-laki maupun perempuan, dapat belajar dari keteguhan hati dan keberanian mereka. Kita perlu mengakui peran dan kontribusi penting yang telah dilakukan oleh wanita dalam sejarah gereja, dan terus mendorong dan mendukung perempuan-perempuan yang ingin melayani Tuhan dengan cara yang sama seperti yang telah dilakukan oleh kelima tokoh wanita tersebut. Halaman 1 Claudia Jessica Official Writer Di zaman sekarang, banyak orang semakin melek’ soal pentingnya ilmu parenting untuk mengasuh, mendidik, dan membesarkan anak. Mereka berharap metode pengasuhan ini dapat membentuk kepribadian anak dengan baik. Kendati demikian, ada hal lain yang tidak kalah pentingnya dengan ilmu parenting, yaitu iman seorang ibu untuk diwariskan kepada anak-anaknya. Sebagai orang percaya, hidup kita berpusat pada Kristus dan firman Tuhan adalah fondasi kita. Kualitas sebuah fondasi akan menentukan batasan seberapa kokoh atau seberapa tinggi seseorang dapat berdiri. Seperti 10 sosok ibu luar biasa ini, mereka menaati panggilan Tuhan, dan melayani dengan banyak pengorbanan. Mereka membangun iman dalam kehidupan keluarga mereka. Siapa saja 10 sosok ibu luar biasa ini dan apa saja yang dapat kita pelajari dari mereka? 1. Sarai Menunggu dengan setia Sarai dan Abraham sudah sangat tua dan mereka masih belum memiliki anak. Padahal dalam Kejadian 155 menceritakan bahwa Allah menjanjikan banyaknya keturunan kepada Abraham dan Sarai seperti bintang di langit yang tak terhitung jumlahnya. Namun Abraham dan Sarai tetap tidak memiliki anak selama bertahun-tahun. Abraham dan Sarai menunggu selama 15 tahun sebelum Allah memperbarui janji-Nya, dan mereka masih menunggu lagi selama 10 tahun sebelum janji itu digenapi dan Sarai melahirkan seorang putra, Ishak. Sarai mungkin tidak akan memenangkan penghargaan dalam hal menunggu, dia bahkan menertawakan saat Allah berjanji akan memberikan anak pada keduanya. Tapi janji Allah tidak bergantung pada iman Sarai, Allah memenuhi janji-Nya sesuai dengan rencana-Nya. Bisakah Anda menunggu selama itu untuk sebuah berkat? Sarai mungkin menertawakan janji Allah itu, tetapi dia mencoba mempercayai-Nya hingga membuahkan hasil. Kemudian dia tertawa kegirangan atas apa yang dilakukan Allah. 2. Hagar Bertahan dalam kesesakan Hagar adalah budak Mesir sekaligus pelayan Sarai, istri Abraham. Dia tidak banyak bicara ketika Sarai memberikannya kepada Abraham. Kendati statusnya berubah menjadi istri Abraham, Hagar tetaplah menjadi nomor dua setelah Sarai. Setelah Hagar hamil, ia memandang rendah Sarai dan terjadi keretakan dalam hubungan Sarai dan Hagar. Sarai mulai menindasnya hingga Hagar melarikan diri ke kampung halamannya. Namun di tengah perjalanan, Malaikat Tuhan menghampiri Hagar dan menyuruhnya kembali serta menjanjikan banyak keturunan melalui putranya, Ismael. Kejadian 21 memberitahu kita Hagar dan Ismael dikirim ke padang gurun dan Hagar yakin bahwa keduanya akan mati. Tetapi Tuhan menunjukkan sebuah sumur, dan berkata “Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” Kej. 21 18 Hagar mengira kesengsaraannya akan berakhir, tetapi Tuhan kembali memanggilnya ke sana. Dia patuh dan Tuhan memberkati Hagar dan putranya seperti yang Dia janjikan. 3. Ribka Kepercayaan Ribka adalah seorang yang sangat beriman. Dia menaati Tuhan ketika hamba Ishak memberitahunya ada pria yang ingin menikahinya. Kejadian 25 memberitahu kita ketika Ribka hamil, Tuhan mengatakan, “Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.” Pada masa itu, biasanya yang tua tidak akan pernah melayani yang lebih muda, dan putra sulung akan mewarisi segala yang terbaik. Ketika Ishak semakin tua, ia meminta Esau, anak sulungnya untuk berburu dan menyiapkan makanan untuk nya agar dia bisa memberkatinya. Tetapi Ribka mendengarnya dan mengatakan kepada Yakub untuk menyiapkan makanan untuk Ishak terlebih dahulu. Yakub ragu untuk menipu ayahnya, tetapi Ribka mengatakan dalam Kejadian 27, “Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu.” Pada saat itu Ribka mengingat dan menanggapi dengan serius tentang apa yang dikatakan Tuhan pada masa kehamilannya. Ribka mempertaruhkan penipuan untuk mengikuti janji Tuhan karena dia percaya apa yang Tuhan katakan pada masa kehamilannya. Perlu dicatat bahwa TUHAN TIDAK MEMANGGIL RIBKA UNTUK MENIPU, tetapi Tuhan berdaulat atas pilihan baik atau buruk yang mungkin kita perbuat. BACA HALAMAN SELANJUTNYA ->4. Yokhebed Penuh dengan rencana Pada masa Yokhebed melahirkan Musa, semua bayi laki-laki diperintahkan untuk dibunuh karena pemerintah pada masa itu khawatir keturunan Ibrani jadi lebih banyak dibanding keturunan Mesir. Jadi Yokhebed menyembunyikan Musa selama 3 bulan. Keluaran 2 memberi tahu bahwa Yokhebed tidak bisa menyembunyikannya lagi sehingga Yokhebed melapisi keranjang papirus, meletakkan bayi Musa di dalamnya, lalu dia meletakkannya di alang-alang di sepanjang tepi Sungai Nil. Miryam, putri Yokhebed melihat apa yang terjadi dengan bayi itu. Putri Firaun yang sedang mandi melihat keranjang itu dan meminta pelayannya untuk mengambil keranjang tersebut. Dia menemukan seorang bayi laki-laki Ibrani yang menangis dan merasa kasihan kepadanya. Kemudian Miryam bertanya kepada putri Firaun, apakah dia ingin seorang wanita Ibrani menyusui bayi tersebut, dan dia setuju. Miryam dan Yokhebed mendatangi putri Firaun untuk menyusui bayinya sendiri. Putri Firaun membayar Yokhebed untuk merawat dan membesarkan bayi itu sampai cukup besar untuk tinggal bersamanya. Kemudian dia mengadopsi putra Yokhebed dan menamainya Musa. Yokhebed mencari cara untuk menyelamatkan anaknya, dan Tuhan memberkatinya. Tidak hanya menyelamatkan anaknya dari kematian, Yokhebed juga bisa merawat dan membesarkannya hingga cukup umur untuk tinggal bersama putri Firaun. Putranya, Musa, melanjutkan untuk membebaskan orang-orang Ibrani dari Mesir, dia memimpin mereka di padang pasir menuju Tanah Perjanjian sesuai dengan rencana Tuhan. Itulah 5 dari 9 tokoh wanita sekaligus ibu yang luar biasa di Alkitab. Menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah. Kita perlu mempersiapkan diri dari berbagai aspek, mulai dari mental, pengetahuan, hingga iman. Semoga kisah ibu-ibu yang luar biasa dari Alkitab ini dapat menginspirasi Anda menjadi seorang ibu yang hebat bagi anak-anak Anda. Kita akan membahas 4 tokoh lainnya di bagian ke-2 ya! Baca part 2 DI SINI! Apakah artikel ini memberkati Anda? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini dengan menjadi Mitra CBN! Daftarkan diri Anda lewat link di bawah ini DAFTAR MITRA CBN Sumber Halaman Tampilkan per Halaman Artikel ini berisi tentang 10 tokoh Alkitab perempuan yang menginspirasi. Ada banyak tokoh Alkitab baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian baru yang menginspirasi. Mereka mempunyai sifat atau karakter yang baik, dan melakukan hal-hal yang berguna, terpuji dan memberkati banyak orang. Sifat dan perbuatan tokoh-tokoh Alkitab ini menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang yang membaca kisah-kisah mereka di Alkitab. Baca juga 10 Wanita Bijak Di Alkitab Dan Kisah Mereka Dari tokoh-tokoh Alkitab yang menginspirasi ini terdapat juga banyak perempuan, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru. Berikut ini adalah artikel yang membahas tentang 10 tokoh Alkitab perempuan yang menginspirasi. Baca juga 7 Perempuan Mandul Di Alkitab Yang Melahirkan Secara Ajaib Mereka umumnya adalah perempuan-perempuan sederhana namun mempunyai sifat, karakter atau perbuatan yang hebat, yang patut diteladani dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Siapa sajakah yang termasuk ke dalam 10 tokoh Alkitab perempuan yang menginspirasi ? Berikut pembahasannya. 1. Debora Memimpin Laki-Laki Debora adalah satu-satunya hakim perempuan di Israel. Hakim adalah sebutan bagi para pemimpin tertinggi Israel di Tanah Perjanjian sebelum munculnya jabatan raja. Selain itu, Debora juga seorang nabiah, atau nabi perempuan Hakim-hakim 44 Debora bersama Barak memimpin orang Israel dalam pertempuran melawan bangsa Kanaan yang dipimpin raja Yabin dan panglimanya, Sisera. Dan mereka berhasil mengalahkan bangsa Kanaan tersebut. Sebelumnya Barak enggan untuk maju berperang jika Debora tidak maju. Dan ketika Debora maju dengan tentaranya, maka Barak pun maju beserta pasukannya Hakim-hakim 41-24. Hal ini menunjukkan kepemimpinan dan keberanian Debora, sampai-sampai laki-laki seperti Barak bergantung kepadanya! Debora adalah perempuan yang tidak bergantung pada laki-laki. Ia bertindak ketika hal itu diperlukan, tanpa menunggu laki-laki. Ia juga tidak segan memimpin laki-laki. 2. Naomi Tidak Kecewa Dengan Tuhan Naomi adalah seorang perempuan Israel yang pergi bersama keluarganya mengungsi dari kampung halamannya di Betlehem menuju Moab, karena kelaparan yang terjadi di Israel. Naomi pergi ke Moab bersama suaminya, Elimelekh, dan kedua anaknya laki-laki, Mahlon dan Kilyon. Namun penderitaan Naomi justru semakin bertambah di Moab. Di Moab suami Naomi meninggal dan menjadikan Naomi sebagai janda. Dan kedua anak Naomi menikah, anak pertama menikahi Orpa, anak kedua menikahi Rut, keduanya orang Moab yang tidak meyembah Tuhan Israel. Tetapi kedua anak Naomi itu pun kemudian meninggal tanpa meninggalkan anak. Lalu Naomi bersiap pulang ke kampungnya, di Betlehem, Israel, setelah masa kelaparan di Israel berlalu. Ia meminta kedua menantunya itu untuk kembali kepada orang tua mereka masing-masing. Walau dengan berat hati, Orpa akhirnya bersedia pulang ke orang tuanya. Tetapi Rut tidak, ia bersikeras ingin mengikuti mertuanya itu pulang ke Israel dan menyembah Tuhan Israel Rut 1. Akhirnya Naomi dan Rut pun pulang ke Israel, di mana Rut akhirnya menikah dengan Boas, kerabat Naomi, dan anak mereka diasuh oleh Naomi seperti anaknya sendiri. Rut 4. Naomi bukanlah tipe perempuan yang lemah, yang mudah putus asa dan kecewa kepada Tuhan. Ia tetap bangkit dari keterpurukannya, sekalipun suami dan kedua anaknya meninggal. Dan Tuhan menghiburnya melalui menantu dan cucunya. 3. Rut Perempuan Asing Yang Tidak Rendah Diri Rut adalah seorang perempuan Moab yang menikah dengan seorang Israel yang datang ke Moab, Kilyon, anak Naomi. Di Moab mertua dan suami Rut meninggal tanpa meninggalkan anak. Lalu Naomi bersiap pulang ke kampungnya, Betlehem di Israel, setelah masa kelaparan di Israel berlalu. Ia meminta Rut untuk kembali kepada orang tuanya, tetapi Rut tidak mau, ia bersikeras ingin mengikuti mertuanya itu pulang ke Israel dan menyembah Tuhan Israel Rut 1. Akhirnya Naomi dan Rut pun kembali ke Betlehem, kampung halaman Naomi. Di Betlehem Rut kemudian dinikahkan dengan Boas, seorang pria kaya namun baik hati dan takut akan Tuhan, yang masih merupakan kerabat Naomi. Rut melahirkan anak laki-laki bernama Obed Rut 4. Obed adalah ayah Isai, ayah Daud, raja terbesar Israel, yang juga menjadi nenek moyang Mesias Tuhan Yesus secara manusia. Nama Rut diabadikan dalam silsilah Tuhan Yesus Matius 15. Rut adalah perempuan yang percaya diri, berharap kepada Tuhan dan mengasihi mertua. Sekalipun ia bukan orang Israel asli, umat pilihan Tuhan, dan seorang janda, ia tidak minder terhadap Boas yang masih lajang dan kaya raya. 4. Hana Ibu Samuel Berharap Hanya Kepada Tuhan Hana adalah istri Elkana, seorang laki-laki dari suku Efraim. Hana adalah seorang perempuan yang mandul, tidak mempunyai anak. Dan Penina, madunya, istri lain dari suaminya poligami adalah sesuatu yang umum dalam Perjanjian Lama, selalu menyakiti hatinya karena kemandulannya tersebut; sehingga ia sering menangis. Karena itu Hana pun berdoa kepada Tuhan untuk meminta seorang anak, serta bernazar bahwa jika Tuhan mengabulkan doanya, anaknya itu akan dipersembahkannya kepada Tuhan. Tuhan mendengar doa Hana. Ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, yakni Samuel 1 Samuel 119-20, salah satu nabi terbesar Israel. Seperti nazarnya, Hana pun menyerahkan Samuel kepada Tuhan, Samuel menjadi pelayan Tuhan di Bait Suci. Namun Tuhan memberi pengganti Samuel kepada Hana, Hana melahirkan 5 anak lagi setelah Samuel 1 Samuel 221. Hana adalah perempuan yang menyerahkan segala pergumulan hidupnya kepada Tuhan. Ia tidak berharap pada orang lain, bahkan suaminya, hanya kepada Tuhan. Dan Tuhan menjawab segala keluhannya. 5. Abigail Bijaksana Abigail adalah bekas istri Nabal dan kemudian menjadi istri Daud. Abigail bukan hanya cantik tetapi juga bijak. Nabal adalah seorang yang kaya namun pelit. Ketika ia sedang menggunting bulu domba-dombanya artinya ia sedang panen, Daud mengirim sepuluh anak buahnya untuk meminta bantuan kepada Nabal. Sebab Daud saat itu sedang dalam pelarian dari kejaran Saul yang ingin membunuhnya, walau saat itu Daud sudah diurapi menjadi raja. Namun jawaban Nabal sangat kasar. Hal ini membuat Daud menjadi marah sehingga ia dan anak-anak buahnya berencana membunuh Nabal. Untunglah ia punya istri yang bijak, Abigail. Abigail segera mendatangi Daud dan meminta maaf serta memberi apa yang Daud minta. Hal ini membuat Daud membatalkan niatnya membunuh Nabal. Namun ketika mendengar rencana Daud yang ingin membunuhnya, Nabal pun meninggal seketika. Lalu Daud mengambil Abigail menjadi istrinya. 1 Samuel 25. Abigail adalah perempuan yang bijak, yang bisa menutupi kebodohan suaminya dan meredakan amarah orang lain. Pages 1 2 Dalam filosofi Yunani, Plato dan Aristoteles mewakili pandangan kuno yang memandang wanita sebagai makhluk yang tidak setara dengan laki-laki, yang tidak dianggap lebih baik dari benda atau harta yang dapat dipakai oleh laki-laki. Dan bukan hanya kebudayaan Yunani, tetapi banyak kebudayaan yang menganggap derajatnya lebih rendah dari laki-laki. Namun itu semua merupakan kebudayaan yang tidak takut akan Allah dan tidak mengenal Hukum-Nya. Hal demikian adalah hal yang paling bertentangan dengan pengajaran Alkitab. Alkitab tidak pernah menganggap wanita sebagai kaum yang lebih rendah, sebaliknya, Alkitablah yang paling dahulu menempatkan posisi wanita pada derajatnya yang sebenarnya, yang tertinggi, yaitu sama dengan laki-laki, yang adalah gambar dan rupa Allah. Jikalau banyak kebudayaan yang merendahkan perempuan, Allah justru mengasihi perempuan. Allahlah yang pertama kali menumbuhkan cinta dalam Adam ketika Ia membawa Hawa kepada suaminya. Allah memperhatikan kesejahteraan wanita dengan memerintahkan suami untuk mengasihi isterinya, bahkan seperti dirinya sendiri Ef. 533. Sang suami harus mengasihi, bahkan menempatkan kebahagiaan dan kesejahteraan isterinya di atas dirinya sendiri, sama seperti Tuhan Yesus bagi jemaat-Nya Ef. 525. Bagi yang belum menikah, Allah perintahkan orang tua untuk memperhatikan anaknya Ef. 64, Kol. 321. Dan bagi janda-janda, Alkitab memerintahkan kita untuk memperhatikan janda-janda, bahkan Ia sendiri yang menjadi Pelindung mereka Mz. 686. Sungguh, Allah telah menciptakan suatu makhluk yang indah untuk dikasihi, dan telah memberikannya tempat yang spesial dalam hati Allah dan manusia. Wanita yang bijak sadar atas hal ini dan mengucap syukur. Selain diciptakan untuk dikasihi, Allah juga menciptakan perempuan dengan suatu maksud baca fungsi/tujuan. Alkitab mencatat bahwa perempuan diciptakan untuk menjadi penolong bagi suaminya Kej. 218. Ini adalah tujuan Allah menciptakan perempuan. Sama seperti Allah menciptakan Adam sesuai gambar dan rupa Allah untuk kemuliaan-Nya, demikian pula Hawa diciptakan-Nya sebagai penolong Adam demi kemuliaan Allah. Itulah sebabnya Allah menetapkan Adam sebagai pemimpin dan kepala rumah tangga, dan Hawa berfungsi sebagai penolong yang tunduk kepada Adam Ef. 522-31. Ini bukan pernyataan bahwa perempuan lebih rendah dari laki-laki. Tetapi mengenai kepemimpinan, suatu kapal tidak mungkin memiliki dua kapten. Allah ingin wanita tunduk pada otoritas, karena sama seperti laki-laki yang tunduk kepada Allah memuliakan Dia, demikian juga isteri yang tunduk pada suami memuliakan Allah. Itulah sebabnya wanita tidak diberikan pelayanan yang bersifat memimpin laki-laki dalam jemaat. Tetapi itu bukan berarti wanita tidak memiliki peran yang penting dalam jemaat. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat wanita lakukan sebagai pelayanannya. Peran Wanita dalam Rumah Tangga Kristen Sebagaimana telah dibahas di atas, Allah menciptakan wanita untuk menjadi penolong bagi suaminya, jadi pelayanan utama seorang wanita adalah di dalam keluarganya Tit. 23-5. Ini sangat penting, karena suatu gereja yang sehat harus terdiri dari keluarga-keluarga yang sehat juga. Seorang laki-laki tidak dapat melayani jemaat dengan maksimal jika keluarganya berantakan dan ia tidak bahagia dalam kehidupan rumah tangganya, bahkan ia mungkin tidak dapat memikirkan hal rohani lagi. Seorang isteri yang melayani suami dan anak-anaknya dengan baik, melayani jemaat. Seorang isteri mempunyai pengaruh yang besar terhadap rumah tangga, karena sebagian besar waktunya dihabiskan di dalam rumah. Sikap seorang isteri sangat mempengaruhi suasana rumah dan dapat menjadi faktor penentu suami dan anak-anak betah di rumah. Kepandaiannya mengatur segala sesuatu dalam rumah tangga dapat mengubahnya menjadi istana, atau penjara. Terlebih lagi dalam membesarkan anak-anak, seorang ibu berperan sangat besar dalam pendidikannya. Benarlah bahwa karier seorang ibu adalah anak-anaknya. Apakah anak-anaknya akan diselamatkan dan kelak dipakai oleh Tuhan, sang ibu dapat menentukannya sejak masa kanak-kanaknya. Walaupun bukan tujuan tulisan ini untuk membahas secara mendetil peran wanita dalam rumah tangga, namun penting untuk menyinggungnya karena rumah tangga yang sehat merupakan balok dasar jemaat yang sehat. Inilah pelayanan utama seorang wanita dalam jemaat. Jika seorang perempuan memiliki 10 macam pelayanan di gereja, namun gagal membentuk rumah tangga yang baik, ia telah gagal. Peran Wanita dalam Sekolah Minggu Bukanlah rahasia lagi bahwa wanita pada umumnya lebih cocok bekerja dengan anak-anak daripada laki-laki. Oleh sebab itu, sekolah minggu anak-anak merupakan ladang pelayanan yang terbuka lebar bagi wanita dalam jemaat. Bagi yang beranggapan bahwa pelayanan sekolah minggu adalah pelayanan kecil’, ingatlah bahwa dalam 10-15 tahun, anak-anak sekolah minggu itu akan menjadi pemuda dan remaja. Anak-anak dapat dibimbing untuk mengasihi Tuhan sejak muda dan diarahkan untuk melayani dalam jemaat. Jangan meremehkan penting-nya pelayanan sekolah minggu! Tujuan utama dari sekolah minggu adalah untuk menyelamatkan anak-anak sejak mereka dapat mengerti Injil dan memperkenalkan mereka pada kebenaran Firman Tuhan melalui cerita-cerita Alkitab. Sebagai guru sekolah minggu, Anda harus belajar Alkitab lalu mengajarkannya kepada anak-anak. Ini hampir sama dengan berkhotbah, hanya saja kepada anak-anak. Mintalah Gembala untuk membimbing Anda agar menjadi guru sekolah minggu yang lebih baik. Anda dapat juga membaca buku, seperti Guru Sekolah Minggu Super, yang ditulis oleh Dr. Suhento Liauw. Peran Wanita dalam Persekutuan Wanita Siapa bilang wanita tidak mampu menjadi pemimpin? Banyak perempuan yang hebat yang menjadi manajer atau direktur, bahkan menjadi Presiden. Tetapi mereka adalah pemimpin yang hebat bukan karena mereka lepas dari kekangan kebudayaan patriakh, melainkan karena Allah telah menciptakan wanita dengan kemampuan tersebut. Alkitab memberitahukan peran wanita sebagai pemimpin di dalam Titus 23-5. Perempuan yang lebih senior harus memimpin yang lebih muda dan mendidik mereka dalam segala hal yang baik. Perempuan, terutama yang lebih senior, bijak, dan rohani, diberi tugas untuk memimpin perempuan-perempuan lain. Ada banyak sekali pelayanan yang dapat dilakukan oleh kaum wanita. Ada pelayanan yang bersifat di belakang layar, seperti pelayanan doa, nursery untuk anak yang belum dapat mendengarkan khotbah, pembesukan, pengumpulan dana, dll. Ada pula pelayanan yang tampil di muka umum, seperti sekolah minggu, paduan suara, bermain musik, dan seribu satu macam pelayanan lainnya yang tidak bersifat memimpin laki-laki dewasa. Wanita tampaknya cocok juga untuk melayani dalam bidang musik, karena musik adalah bidang yang menggunakan emosi yang halus. Sayang sekali budaya bermain musik di Indonesia belum berkembang seperti di Eropa dan Amerika, padahal pelayanan di bidang musik sangat penting bagi gereja. Namun banyak gereja yang justru salah menerapkan karunia perempuan dengan menyuruh mereka memimpin nyanyi dalam pertemuan jemaat umum. Itu tidak memuliakan Tuhan, karena menyalahi perintah Tuhan dan tidak tunduk terhadap pemimpin jemaat yang Tuhan tetapkan, yaitu laki-laki. Tetapi bila seorang perempuan memimpin nyanyi dalam persekutuan wanita, atau terhadap anak-anak yang belum dewasa, itu justru memuliakan Allah dengan karunia yang Tuhan berikan. Manfaat pertemuan khusus wanita juga besar manfaatnya, sebab dapat digunakan sebagai kesempatan untuk bertukar keterampilan, untuk memberikan teladan bagi perempuan-perempuan muda, dan untuk mempererat persaudaraan bukan untuk bertukar gosip, lihat Titus 23!. Kesimpulannya, wanita memiliki peran khusus dalam jemaat dan tidak perlu berebut kepemimpinan dengan laki-laki. Tuhan telah mengatur bahwa dalam satu tubuh masing-masing anggotanya memiliki fungsi yang berbeda-beda I Kor. 1218. Dan seperti kata pepatah, “di belakang setiap laki-laki yang berhasil, ada seorang wanita hebat.” Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam jemaat, layanilah Tuhan sebagai-mana yang Ia kehendaki! Maranatha! Sumber Buleting Pedang Roh Edisi 68 Wed - Apr 21, 2021 / 5909 / Inspirational Dari sejak dunia diciptakan, perempuan punya peran penting bagi kehidupan di dunia ini. Bukan cuma melahirkan generasi, kaum hawa juga turut andil dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah-tengah kelompoknya, masyarakat sekitarnya maupun bangsanya. Alkitab mencatatkan sejumlah nama perempuan yang karena tindakannya semasa hidup, nama dan jasa mereka tetap diingat dan jadi sumber inspirasi bagi orang-orang percaya sampai dengan hari ini. Ada 4 tokoh perempuan penting dalam Alkitab diantaranya 1. Debora Hakim-hakim 4 dan Hakim 5 Debora seorang nabiah dan hakim perempuan satu-satunya dari zaman pra-kerajaan Israel di dalam Perjanjian Lama. Dalam masa hidupnya, istri dari Lapidot ini bersama dengan para memimpin umat Israel menang atas Sisera dan dan pasukan-pasukan Kanaan. Berkat hal tersebut, seluruh negeri yang didiami oleh Israel menjadi aman hingga 40 tahun lamanya. 2. Rut Kitab Rut Rut merupakan wanita Moab yang awalnya menikah dengan Mahlon, anak dari Naomi, seorang dari kaum Israel. Setelah beberapa tahun menjalani rumah tangga, sang suami meninggal dunia. Di dalam masa kesendiriannya, ia justru menunjukkan kesetiannya kepada sang mertua. Ia bahkan digambarkan seorang yang takut kepada Allah. Singkat kisah, Rut menikah kembali. Suaminya kini ialah pemuda kaya raya bernama Boas. Dari pernikahan mereka, lahirlah Obed - kakek dari Raja Daud. Oleh karena itulah, hingga sekarang Rut dikenang sebagai wanita yang setia dan juga nenek buyut dari sang Juruselamat, Tuhan Yesus. Baca Juga 6 KISAH MELULUHKAN HATI TENTANG ANAK-ANAK YANG MEMBANTU DAN MELAYANI ORANG LAIN 3. Ester Kitab Ester Ester merupakan wanita Israel yang menjadi seorang Ratu Kerajaan Persia. Ia merupakan istri dari Raja Ahasyweros. Berkat posisinya tersebut, bangsa Israel dapat dilalukan dari pembantaian massal yang hendak direncanakan Haman. 4. Maria, Ibu Yesus Kitab Injil Beranjak ke perjanjian baru maka kita akan menemukan kisah awal yakni tentang kelahiran Tuhan Yesus. Maria adalah perempuan yang dipilih oleh Allah untuk mengandung Yesus, sang Juruselamat manusia. Keputusan untuk menerima “previlege” ini bukanlah sesuatu yang mudah mengingat ia masih perawan dan sedang bertunangan dengan Yusuf. Namun, penundukkan dirinya kepada Allah membuat Maria mau untuk menjadi ibu dari Yesus. Berkat peristiwa inilah, Maria termasuk ke dalam barisan tokoh-tokoh yang populer diantara orang-orang percaya sampai dengan sekarang. Kamu gak bisa memutuskan ingin berjenis kelamin apa saat lahir. Namun, saat diciptakan Tuhan sebagai perempuan maka mengucap syukurlah atas hal tersebut. Selayaknya kaum pria, kau perempuan juga memberikan kontribusi dalam penggenapan rencana Tuhan di bumi. Oleh sebab itu, banggalah menjadi seorang perempuan. Claudia Yunika Content Creator Wanita-Wanita Hebat Dalam Alkitab Kiprah wanita dalam kehidupan ini sudah ada sejak awal kehidupan. Meski sebagai wanita sering di anggap lebih rendah kedudukannya, namun seperti Kartini, mereka tidak berhenti berkarya dengan tulus. Diantara banyak wanita pembuat sejarah, ada 10 orang wanita dalam Alkitab yang dalam keadaan mereka yang tidak sempurna, lemah dan tidak berdaya namun mengijinkan Tuhan berkarya dalam hidup mereka dan pada akhirnya mereka menjadi pribadi yang menginspirasi dan berpengaruh. Mari kita lihat bersama hidup mereka. Hawa, Ibu Semua Manusia Kejadian 3 Tuhan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam dan memberikan dia kuasa yang sama memilih apa yang baik dan buruk. Di awal cerita penciptaan kita bisa lihat pribadi Hawa yang sangat independent, dan sangat terhubung dengan dunia di sekitarnya. Dia menjelajahi taman Eden, berbincang dengan ular, membuat keputusan atas buah terlarang, dan dengan ringan membagi pengalamannya dengan Adam. Kisah Hawa mengingatkan kita para wanita bahwa kita bisa secara bersamaan menjadi kreatif dan juga merusak. Hawa mengajarkan kita untuk hati-hati dalam membuat pilihan, dan menyelaraskan keinginan kita dengan hikmat Tuhan. Hagar, Orang Asing Yang Diterima Tuhan Kejadian 161-16; 211-21 Setelah Tuhan berjanji kepada Abram akan menjadikannya bangsa yang besar, Sarai yang tidak juga mengandung memberikan kepadanya Hagar. Hati-hatilah dengan apa yang Anda minta. Begitu Hagar hamil, Sarai menyesali apa yang ia lakukan dan menganiaya Hagar. Agar akhirnya Hagar di usir ke padang gurun, budak, yang namanya berarti “orang asing” menerima sebuah pesan yang menenangkannya, “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.” Hagar kembali kepada nyonyanya yang penganiaya dengan sebuah janji bahwa keturunan anaknya akan tidak terhitung. Jika Anda tidak mendapatkan hak Anda, dihina dan putus asa, dengarkanlah suara malaikat. Anda bisa mendengarkannya hanya dengan sebuah seruan doa. Rahab, Pelacur Berhati Emas Yosua 21-24 Rahap, wanita yang dipandang rendah oleh masyarakatnya ini menyembunyikan dua mata-mata yang dikirim oleh Yosua, dan membantu mereka melarikan diri. Begitu melihat mereka, Rahap tahu bahwa ada sebuah kesempatan bagi baginya untuk selamat waktu itu. “Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya, bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut.” Ayat 12-13. Mungkin tindakannya terlihat manipulatif dengan bagaimana ia menolong para mata-mata itu untuk menyelamatkan dirinya dan keluarganya. Tetapi Rahap mengenali ada rencana Ilahi melalui hal itu. Dari kehidupan Rahap kita bisa belajar melihat setiap kesempatan untuk berbuat baik adalah kesempatan untuk menyelamatkan diri kita sendiri dan bahkan keluarga kita. Jadi jangan lewatkan setiap kesempatan berbuat baik yang menghampiri Anda. Debora, Putri Ksatria Hakim-hakim 4 & 5 Saat itu, Debora menjadi hakim atas Israel dengan duduk di bawah pohon Palem. Seorang wanita yang memerintah Israel. Setelah 20 tahun di tindas, dia memanggil jendral militer Balak untuk membawa prajurit dan menyerang Sisera di Gunung Tabor. Tapi Barak menjawab, “Jika engkau turut maju akupun maju.” Debora setuju, tapi ia memberi tahu Balak bahwa dia tidak akan mendapatkan kemuliaan atas perang itu jika dirinya ikut pergi. “Sebab TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan,” nubuatan ini selain bicara tentang kemenangan yang akan dia menangkan juga menyatakan secara langsung bahwa Sisera akan mati ditangan seorang perempuan. Debora mengajarkan bagaimana seorang wanita harus bertindak bijaksana sekalipun ia menjadi seorang pemimpin. Debora dengan rendah hati mendelegasikan tugas, namun ia juga berani mengambil tanggung jawab ketika orang yang dipimpinnya tidak mampu. Dia juga wanita berani, dan tegas dalam kepemimpinannya. Yael, Wanita Biasa Berhati Singa Hakim-hakim 417-24; 56,24 Ketika pasukan Sisera terdesak, dengan terhuyung-huyung dia bersembunyi di perkemahan Yael, isteri Heber, orang Keni. Sisera tidak menduga sama sekali bahwa wanita itu loyal terhadap Israel. Yael menerima Sisera di kemahnya, memberi susu saat ia meminta air, dan menghibur dia hingga tidur. Kemudian Yael yang bertubuh kecil itu membunuh Sisera dalam tidurnya dan memenuhi nubuatan Debora. Cerita Yael membuat kita tahu bahwa kadang-kadang seorang perempuan harus membunuh raksasa dalam hidupnya, dengan apa yang ada padanya. Tangan Yael mungkin penuh darah karena hal itu, tapi atas tindakannya yang berani itu Israel mengalami keamanan selama 40 tahun kemudian. Ruth, Teman Yang Setia Kitab Ruth Namanya Ruth yang dipercaya kependekan dari nama “retut” yang artinya teman yang menyenangkan. Dia adalah menantu dari Naomi. Naomi yang seorang janda pergi ke Moab bersama keluarganya karena kelaparan, namun kembali ke Yerusalem setelah kematian semua anaknya dan juga suaminya. Dia memberitahu teman-teman lamanya, “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.” Yang Naomi lewatkan adalah hadiah indah yang Tuhan berikan kepadanya Ruth. Naomi telah melepaskan kedua menantunya untuk kembali ke keluarganya masing-masing, namun Ruth menyatakan, “bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;” Beruntung Ruth bertemu Boaz, seorang kerabat dari suami Naomi. Ruth dan Boas akhirnya bersama, mereka memiliki putra bernama Obed, kakek Daud. Setelah itu Ruth menghilang dari cerita, untuk kemudian dikenang dalam Matius sebagai garis keturunan Yesus Kristus. Pelajaran yang bisa kita ambil dari Ruth? Ketulusan cinta dan kesetiaan akan membawa Anda kepada sebuah rencana Ilahi. Batsyeba, Dari Hawa Nafsu Menjadi Ibu Seorang Raja Si cantik Batsyeba, istri Uria membuat raja Israel tidak bisa menahan godaan matanya jatuh dalam sebuah rencana jahat. Negara saat itu sedang perang, Daud seharusnya bersama para prajuritnya di medan perang, tetapi raja memilih menyendiri di istananya. Dia tanpa ragu mengambil istri orang, dan Batsyeba tanpa ragu mendtangi rajanya. Namun konsekuensinya harus diterima, Batsyeba hamil dan akhirnya David membuat prajuritnya sendiri terbunuh. Nabi Nathan menyampaikan penghakiman atas sang raja. “Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya.” Tetapi Tuhan berbelas kasihan pada pasangan ini. Sekalipun keduanya terus mengalami pencobaan, Tuhan memberkati mereka dengan memberikan Salomo. Batsyeba akhirnya dikenal bukan karena tindakannya yang salah di awal kisah hidupnya, namun juga sebagai ibu suri. Dia mengajarkan kepada kita bahwa masih ada kasih karunia bagi orang berdosa yang mau bertobat dan mau memulai hidup baru di dalam Tuhan. Untuk setiap rasa sakitnya Tuhan menyediakan penghiburan. Ester, Ratu Yang Berani dan Bijaksana Kitab Ester Ester hanyalah seorang anak yatim piatu dan dibesarkan oleh pamannya, Mordekai, hingga akhirnya dia ditakdirkan untuk menjadi bangsawan. Menyembunyikan identitasnya sebagai seorang Yahudi, Ester mengikuti kontes menjadi selir raja, dan menjalani spa selama setahun dan juga perawatan lainnya. Raja itu memang tidak terlihat pintar, namun ia tahu cara memilih seorang ratu. Raja akhirnya memahkotai Ester dengan mahkota. Hal ini baik bagi Ester hingga suatu hari Mordekai mengalami sesuatu. Mordekai memaksa Ester keluar dari zona amannya dan melakukan tindakan. Raja dipengaruhi oleh penasihatnya yang jahat, Haman untuk melakukan pembunuhan masal atas orang Yahudi. Mordekai meminta Ester untuk bertindak, sekalipun itu bisa berarti kematian bagi Ester sendiri. Tapi Ester tahu jati dirinya, dia berkata, “kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” Akhirnya, hikmatnya menyelamatkan bangsanya. Ester mengingatkan kita untuk tidak membatasi diri kita dalam kenyamanan yang ada, namun harus berani untuk memperjuangkan nasib kaum kita. Kita harus peduli, dan kadang kita harus mempertaruhkan segalanya untuk perjuangan kita. Maria, Ibu Yesus Lukas 126-38, 139-56, 21-7, 221-38, 241-52, 416-30, 819-21 Banyak orang mengatakan telah menerima Yesus secara pribadi, namun tidak seorangpun menerima-Nya lebih pribadi daripada Maria, ibu-Nya. Dia benar-benar mengalami, Immanuel, Tuhan bersama kita. Firman Tuhan mengatakan bagaimana sebagai seorang perawan ita ditunangkan dengan Yusuf si tukang kayu. Kemudian Maria menerima anugrah khusus, “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya.” Yang mengesankan bukan tentang kunjungan malaikatnya, tapi bagaimana Maria berkata, “ya.” Maria adalah murid Yesus yang pertama. Dia harus percaya pada-Nya sebelum orang lain. Imannya pada Yesus adalah hasil dari tindakan yang tidak biasa. Itu adalah anugrah. Apa yang dia ajarkan adalah kita harus melepaskan gagasan bahwa iman itu hasil kerja keras kita. Anugrah Tuhan dalam hidup kita adalah iman, yang mengerjakan dalam kita segala pekerjaan baik yang telah Tuhan rancangkan sejak bumi belum dijadikan. Wanita Samaria di Depan Sumur Yohanes 41-30 Seperti Yesus, wanita Samaria itu datang ke sumur karena haus. Yesus ingin memuaskan rasa dahaga-Nya; demikian juga wanita tersebut. Tapi dibalik semua itu, ada cerita lain yang lebih bermakna. Yesus haus akan jiwa-jiwa, wanita ini haus akan cinta. “Beri aku minum,” demikian pinta Yesus, sebuah skandal; Orang Yahudi saat itu tidak boleh bicara dengan orang Samaria yang najis. Ketika wanita itu mempertanyakan hal ini, Yesus menjawab, “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.” Air kehidupan terdengar menarik di telinga wanita yang pernah menjadi istri dari lima suami ini, bahkan sekarang ia dengan kekasihnya yang ke enam. Dia akhirnya mengambil minuman kehidupan itu dan tidak pernah merasa haus lagi. Wanita ini akhirnya menjadi salah satu penginjil di awal ke Kristenan, dia memberitahu semua orang yang ia kenal apa yang Yesus lakukan dalam hidupnya. Wanita Samaria ini mengajarkan kita bahwa tidak peduli sekering apapun jiwa kita, kasih Yesus bisa membuat sesuatu yang mengejutkan dan memuaskan semua dahaga kita. Maria Magdalena, Wanita Dengan Cinta Yang Besar Matius 2755-56, Markus 1440-41, Matius 281-9, Yohanes 2018 Maria Magdalena, nama ini di identifikasi oleh para teolog sebagai wanita tuna susila. Sekalipun demikian, apapun faktanya, Maria Magdalena adalah sekutu Yesus yang paling kuat. Tentunya, Yesus sebelumnya harus mengusir tujuh setan keluar darinya, atau setidaknya menyembuhkan penyakit yang tidak pernah diungkapkan detilnya, tetapi perempuan yang penuh syukur ini muncul menjadi pemimpin murid-murid perempuan dan menawarkan Yesus dukungan keuangan. Keempat injil mengutip bahwa Maria mengikut Yesus hingga akhir hidup-Nya, bahkan ketika para murid laki-laki tercerai berai. Dialah yang cukup berani datang ke makam yang dijaga prajurit, dan berbincang dengan malaikat. Dan dia juga yang pertama kali bertemu dengan Yesus yang telah bangkit. Dia menjadi rasul dari para rasul, saat dia berlari, dan memberitakan pada para pria itu kabar baik, “Aku telah melihat Tuhan.” Dengan Maria sebagai teladan hidup kita, kita bisa mengejar hasrat kita dengan segenap kekuatan kita, tanpa takut, apapun tantangannya. Sumber Claudia Mair Burney, penulis novel.